Sunday, January 20, 2013

Cara Mudah Menggunakan Pen Tool

Share & Comment
Hmmm...

Sudah hampir berabad-abad rupanya blog ini kurang mendapatkan perhatian. Sekalian masih hangat aroma Tahun Baru 2013, tanpa perlu berbasa-basi lagi dengan ucapan-ucapan seperti "Selamat Tahun Baru" dsb, menyusul postingan kami sebelumnya mengenai Roy L yang banyak terdapat di blog ini, maka kali ini kami mencoba down to earth, merambah ranah yang banyak dilupakan oleh para master.

Sebenarnya, tulisan ini pernah kami muat di blog ini dengan judul Menggunakan Pen Tool. Namun sepertinya kurang memberikan kepuasan akan dahaga Agan/Sis yang selalu setia datang berkunjung kesini.

Kami sadari sepenuhnya bahwa pembahasan Pen Tool (P) pada tulisan tersebut masih sekedar wacana *halahhh.. dan belum menyentuh sisi teknis yang benar-benar diperlukan guna dapat menguasai tool satu ini dengan baik.

Untuk lebih melengkapi arsip kami, dan tentunya.. lebih memudahkan Agan/Sis semua yang memang ingin mengetahui seluk-beluk cara menggunakan tool satu ini, silahkan Agan/Sis klik link Pen Tool << yang kebetulan banyak membahas tentang hal tersebut berikut contoh-contoh yang dapat mempermudah proses belajar kita. Silahkan dinikmati hidangan yang ala kadarnya ini dengan hati terbuka, open minded, ikhlas, welas-asih, penuh santun.. *ngacooo.. hueeekkk :(


Penggunaaan Pen Tool

Sekedar pembuka, jika kita mendengar istilah Pen, maka asosiasi yang ada akan mengacu kita pada pena sebagai alat tulis yang biasa kita pergunakan dari mulai bangku di bawah pohon bambu di pinggir kulem sekolah hingga kini. Bukan!

Silahkan jika Agan/Sis kurang-kurang percaya kata-kata saiia tadi, coba Agan/Sis aktifkan tool ini, lalu perlakukan seperti kita menggunakan Pulpen dan tulis nama kita seperti biasa. Apa yang kita dapat? Yupp.. Chaos!

Lalu jika demikian adanya.. kenapa juga mesti disebut Pen Tool? Kalau kelakuannya gag mencerminkan namanya, mengapa kita repot-repot menyebutnya Pen?

Sayangnya.. blog ini bukanlah blog yang tepat untuk menjelaskan pertanyaan tersebut. Untuk lebih akurat, silahkan Agan/Sis muter-muter pake om gugel atawa yang lainnya. :p (Lempar batu sembunyi tangan :p).

Hemat saiia :p coba Agan/Sis buka Making selections with the Pen Tool in Photoshop, sepertinya, laman tersebut bisa sedikit mengurangi rasa penasaran Agan/Sis semua.

Baiklah.. untuk membuka hidangan kita pagi ini, akan kami mulai dengan.. Menggunakan Pen Tool pada Photoshop, entah itu Photoshop 7, CS3, CS5, CS17 atau CS-CS metal semerawut lainnya yang gondrong-gondrong gag keruan, selalu menggunakan shortcut P. Sebagai penanda, maka setelah detik ini, kami akan menuliskannya seperti yang sudah seharusnya, yakni dengan penambahan huruf P tersebut di akhir tiap kata Pen Tool yang muncul. Pen Tool (P).

OK langsung saja, pertama-tama yang perlu diperhatikan pada tulisan kali ini adalah.. kita akan mempelajari bagaimana penggunaan sederhana (basic controls) dari tool kita satu ini yang akan dilengkapi dengan latihan-latihan berupa gambar pemandu untuk Agan/Sis semua ketika kita harus membuat Path(s), memodifikasi kurva, serta pengenalan terhadap anchor point adjustments.

Gambar di atas tadi  menjelaskan dimana posisi tool -ditandai dengan tangan penunjuk- yang kita maksud tersebut. Pen Tool (P). Persis seperti yang pernah kami singgung (sebagai perbandingan) pada tulisan kami sebelumnya mengenai hal yang sama yakni Menggunakan Pen Tool, Pen Tool (P) memiliki 3 kegunaan utama, yakni Membuat Path Baru (Create a new work path), Membuat Bentuk baru pada layer (Create a new shape layer), serta Memberi Warna pada Path yang kita buat (Fill Pixels).


Create a new work path

Opsi Create a new work path merupakan hal yang paling rutin yang bisa kita temui dalam dunia design. Agan/Sis bisa perhatikan gambar berikut..




Penunjuk (tangan) pertama yang terletak pada sebelah kiri merupakan opsi yang kami maksudkan tadi. Seperti halnya Selection Tools (Rectangular Marquee Tool M atau Lasso Tool L) lainnya, Pen Tool (P) banyak memiliki opsi dan kegunaan yang berbeda- beda untuk menghasilkan sebuah path. Kami beri bocoran agar lebih mempermudah dan membuat Agan/Sis lebih tenang, yang sering dipakai adalah add to path area seperti yang tertera pada gambar di atas (penunjuk tangan kedua, pinggir kanan).

Baiklah.. sepertinya hari juga semakin pagi. Mentari mulai mengintip di ufuk barat. Weww.. kiamat duonk :( titit laah titiiiiiiit!!!. Kita langsung saja gunakan tool tersebut dalam beberapa latihan berikut.


Langkah yang diperlukan

Buat sebuah lembar kerja baru. Pilih Pen Tool (P) dari menu melayang yang terdapat pada bagian paling kiri lembar kerja Agan/Sis. Tiap kali Agan/Sis mengklik, maka Agan/Sis telah membuat sebuah Anchor Point.

Anchor Point biasa kita kenal dengan sebutan Titik Editor. "Titik yang akan menentukan kapan sebuah path bermula dan berakhir hingga membentuk sebuah shape yang sempurna (kita inginkan)."
Gunakan settingan standar terlebih dulu seperti yang telah dijelaskan pada gambar kedua di atas. Silahkan Agan/Sis Klik awal (dari kiri bawah), Klik lagi di sembarang tempat (atas misalnya), Agan/Sis telah membuat sebuah path (terdapat dua Anchor Points).. Sekarang Klik lagi (sekali lagi di sembarang tempat, bawah, misalnya), lakukan sekali lagi (klik pada tempat yang lebih tinggi agar kita mudah membedakan :p)..

Seperti ini Gan/Sis, maksud saiia :p..

Path terbuka 1


Sampai tahap ini, Agan/Sis telah berhasil membuat path terbuka.Maksudnya? Lihat gambar di atas.. Terdapat 4 buah Anchor Points, yang kesemuanya masih belum menyatu (tertutup), masih bebas untuk membuat apapun yang Agan/Sis inginkan.

Maafkan penjelasan kami sekiranya malah membuat Agan/Sis menjadi semakin bingung.. tapi kami berusaha semaksimal mungkin untuk menjelaskan hal ini menjadi lebih mudah dari kelihatannya. Sangat kami sadari, bahwa untuk menjelaskan hal teknis seperti ini tidaklah mudah jika dibandingkan dengan praktek langsung, bersebelahan misalnya :p

Karena path di atas masih juga belum closed (final), dan kebetulan Agan/Sis ingin membuat sebuah Garis Lurus. Caranya mudah. Tahan tombol Shift, gerakkan (tarik) kelinci aiiihh singa lapar Tikus (mouse) Agan/Sis mengarah kesembarang tempat (lebih ke Kanan misalnya), akhiri dengan Klik lagi. Voila. Garis telah terbuat dengan lurus.

Dengan menahan tombol Shift selama pembuatan sebuah anchor point dapat menciptakan sebuah garis lurus tanpa kita memerlukan penggaris 100cm yang dulu pernah booming sewaktu saiia SD :p

Path terbuka 2

Kita akan dengan mudahnya (seperti halnya pada CorelDraw) menambah atau bahkan membuang, mengurangi, men-delete anchor point yang telah kita buat dengan memanfaatkan menu tambahan yang (uniknya) memiliki letak yang tersembunyi.



Jika Agan/Sis perhatikan pada gambar satu (gambar paling atas, float left pada awal tulisan ini), maka pada bagian tombol Pen Tool (P) pada Photoshop, terdapat sebuah tanda panah kecil berwarna hitam. Disana kita akan menjumpai 5 menu yang menjelaskan fungsi dari Pen Tool (P). Perhatikan gambar berikut..

See.. masing-masing dengan kegunaannya sendiri-sendiri. Seperti yang tadi kami sungging.. aihhh.. singgung, bahwa kita dapat menambah atau menghapus sekalian (jika perlu) tiap anchor point yang kita buat.

Coba praktekkan hal tersebut pada gambar yang Agan/Sis buat tadi.. di sini kami hapus anchor point atau titik point terakhir (dengan meng-klik Delete Anchor Point Tool lalu dekatkan mouse ke arah point yang ingin kita hapus, akan ada tanda -/minus pada pen tool (p) kita, lalu Klik point tersebut), maka hilanglah garis yang menghubungkan point yang kita klik tadi dan melebur/menyatu dengan titik sebelumnya.. ribeeeed :p) dari gambar yang ada.. menjadi seperti ini..

Path terbuka 3.. setelah meng-klik Delete Anchor Point Tool



Seperti yang sudah kami singgung di atas.. bahwa terdapat tiga keutamaan Pen Tool (P) dalam menyelesaikan tugas gambar kita..

3 kegunaan Pen Tool (P) :

1. Membuat Path Baru (Create a new work path)
2. Membuat Bentuk baru pada layer (Create a new shape layer)
3. Memberi Warna pada Path yang kita buat (Fill Pixels).

Saatnyalah sekarang kita masuki ranah berikutnya dari fungsi dan kegunaan tool ini, yakni.. Membuat Bentuk baru pada layer (Create a new shape layer).


Membuat Bentuk baru pada layer (Create a new shape layer)

Maka, sekarang kita akan coba membuat kurva dengan bantuan salah satu dari 5 menu tersembunyi yang sudah kami jelaskan sebelumnya (no 5 dari Pen Tool yang terdapat pada Toolbar/menu melayang Photoshop).

Perhatikan gambar di samping, Convert Point Tool aktif.


Langkah yang diperlukan

Klik pada anchor kedua (pada lembar kerja), tahan, geser ketempat yang Agan/Sis inginkan hingga membentuk sebuah kurva seperti gambar di bawah ini..

Path terbuka 4 - membentuk kurva


Garis yang baru saja terbuat tadi itu dinamakan Tangent Line. So.. The tangent line dipergunakan untuk mengontrol pembuatan kurva dengan bantuan Pen Tool (P) ini. Dengan menekan tombol Ctrl + Klik, maka kita akan memperoleh letak yang lebih sesuai dengan keinginan kita..

Path terbuka 5 - Ctrl + Klik, memperbaiki posisi Anchor Point

Sejauh ini menyenangkan bukan? :p Hmm.. Dari sekian banyak tool yang disediakan, Pen Tool (P) merupakan favorite saiia. Namun jujur saja.. hal ini belum tentu juga berlaku buat Agan/Sis, maksud saiia, belum tentu juga jika setelah mempelajari tutorial ini, tool satu ini akan lebih disukai oleh Agan/Sis sekalian, karena untuk masalah suka dan tidak suka memanglah relatif.. Kami hanya memberikan opsi yang bisa dipilih. Ada yang memperlambat, tapi juga ada yang membuat kerja kita lebih cepat dan menyenangkan. Salah satunya.. Pen Tool (P) ini.

Kebetulan sekali sample(s) di atas masih seputar Path yang masih Terbuka. Mungkin nanti akan lebih menyenangkan jika kita sampai pada Path Tertutup, sehingga kita bisa dengan mudahnya membuat cutting out an image atau bahkan membuat custom shape kita sendiri seperti yang tertera dari 3 manfaat Pen Tool (P) yang tertera di atas.

Maksud hati memeluk gunung, apa daya tangan tak sampai.. Rupanya gag cukup waktu yang kami perkirakan sebelumnya dalam Menggunakan Pen Tool (P) secara lebih holistik. Mungkin lain waktu ranah terakhir dari fungsi dan kegunaan tool ini, yakni Memberi Warna pada Path yang kita buat (Fill Pixels) dapat kita bahasa lebih mendetil. Terimakasih atas kesediaannya mencicipi hidangan ala kadarnya ini. Jumpa lagi di lain kesempatan. Shalom.

Tags: , , , , ,

Written by

Hanya menjalani lakon yang diberikan Sang Penguasa Semesta. Semoga apa yang ditulis di sini bisa sedikitnya memberikan manfaat tuk kita semua.

A single dot with a single line that inspires feelings, love and cares, emotions, and statements. Kudos!

39 comments:

  1. Uraian yang sangat berguna tentang seputar pentool wah menarik nih buat tambah ilmu..

    ReplyDelete
  2. tulisanx lengkap banget gan..,btw sy sempat belajar PS tp gk mahir2.., mgkn butuh kesabaran ekstra kali ya.. *smile

    ReplyDelete
  3. Saya belum ahli nih ulit makenya...

    ReplyDelete
  4. keren sobat makasih 4share salam kenal

    ReplyDelete
  5. kalau saya malah ngrasa kesusahan pakai pen tool gan,,
    nice artikel

    ReplyDelete
  6. Jarang pakai pen tool Mas,,karena biasa saya pakai tools biasa aja mas.

    ReplyDelete
  7. wih keren nih, paling suka sama potosop

    ReplyDelete
  8. Saya sering pakai Pen Tool kalau buat vector (T^T
    Tapi masih belum tahu nama istilahnya (T^T
    Kayak Tangent Line ini saya baru tahu (^ ^

    Ngomong2 tahu tentang gimana caranya biar enjoy pakai pentool di illustrator gak? Soalnya rasanya agak beda.. kebiasaan di photoshop (^ ^

    ReplyDelete
  9. Kebetulan lagi belajar potosop nih mas. heheh jadi ijin di praktekin aja yah...

    ReplyDelete
  10. haduhh, dari dulu belajar photoshop tetep aja gak nyangkut.

    ReplyDelete
  11. Wah, kebeneran nih saya masih amatiran dalam photoshop,
    makasih ya triknya, salam blogger > http://www.romantis-xp.asia

    ReplyDelete
  12. postingan yang sangat membatu sekali buat saya sobat, kebetulan saya juga sedang mempelajari sistim pentool
    terima kasih sudah berbagi

    ReplyDelete
  13. terima kasih,,, harus langsung dicoba nih,,,

    ReplyDelete
  14. ukan je pen tool tapi laptop KY ni nak downlord photoshop pun tak boleh....tak tahu masalah apa ni..

    ReplyDelete
  15. Sampai saat ini sudah hampir lengkap.
    intinya rajin latihan aja, supaya jari-jari dan hati udah terbiasa untuk nyeleksi objek pake pen tool hahah :D

    ReplyDelete
  16. ambil laptop,buka potosop,,
    siap belajar lebih lanjut pada master

    ReplyDelete
  17. makasii tuk kehadiran agan/sis semua.. :)

    buat yang ingin dunlot Photoshop Portable,

    silahkan ikuti link berikut..



    Photoshop Portable CS3

    Photoshop Portable CS5


    ReplyDelete
  18. lengkap banget penjelasannya, thanks ya dah berbagi..

    ReplyDelete
  19. Mantap sekali artikelnya gan. Terima kasih atas ulasannya. Semoga bermanfaat juga buat pembaca yang lain !

    ReplyDelete
  20. kembali kasih.. semoga memang bisa bermangpaat iia buat semua :) amien

    ReplyDelete
  21. menggunakan pen tool ini gampang2 susah,, mau dibiasakan.. hehehe..

    ReplyDelete
  22. buat bantuan ngerjain tugas tik nih. terima kasih infonya :)

    ReplyDelete
  23. saya masih awam sekali tentang ps gimana nih gan

    ReplyDelete
  24. .: ntar ane palajari di bawah pohon bambu lah...(he...he...he).

    ReplyDelete
  25. Masih kurang ngerti gimana cara mengatur kurvanya agar sesuai keinginan.. X_x

    ReplyDelete
  26. Wah bermanfaat sekali ni..

    bagi agan yang berminat belajar desain grafis bisa dilihat di situs berikut ini Belajar Desain Grafis

    ReplyDelete
  27. Oke saya mulai mengerti,

    1. Jika menekan CTRL+Klik akan memindahkan garis lurus yang dibuat tadi
    2. Jika menekan Shift+klik akan membuat titik baru
    3. jika menekan alt + klik bisa menghapus garis lurus yang dibuat tadi, maksudnya menghapus disini itu menghapus 2 garis lurus menjadi cuma 1 titik (awalnya kan titik nya kiri tengah kanan) jika menekan tombol alt + klik (diarahkan ke titik yang mau dihapus, contoh titik kiri) maka titik kiri akan terhapus dan yang tersisa hanya titik kanan dan titik tengah, mantappp

    ReplyDelete

Kamu tetap produktif dan kreatif bahkan dalam keadaan stress sekalipun?

 

Photoshop Icon

Holic Posts

Follow by Email

Why to Choose PSHolic?

PSholic terbagi menjadi 3 bagian penting yang harus bisa dieksplor secara keseluruhan dan bukan bagian perbagian. Photoshop Pemula... Photoshop Menengah... Photoshop Mahir... Enjoy!
Copyright © Belajar Photoshop | Designed by Templateism.com