Wednesday, February 26, 2014

Tutorial cara mudah membuat Tekstur Rumput

Share & Comment
Holla.. Kembali lagi bersama kami, Belajar Photoshop, masih di gelombang dan antena yang sama namun enggan dibilang sama dengan yang lain, karena penuh impian hampa untuk menjadi berbeda, berbeda bagi yang lain, berbeda walau hanya akhirnya membuat persamaan baru dengan yang lainnya, yang akhirnya.. semua menjadi percuma. PSHolic.

Kali ini kami ingin membagikan dengan hati yang riang dan tentunya gembira, Cara mudah membuat tekstur rumput menggunakan software kita tercinta yang selalu mengharu-biru kandang kita nan semerbak mewangi ketek ribuan pejuang Timur-Tengah ini. Photoshop, software tercinta kita.

Entah ini merupakan tutorial mengenai pembuatan tekstur yang keberapa kalinya, namun kami berusaha dan terus berusaha menyempurnakan teori-teori dalam tiap tutorial kami terutama yang berkaitan langsung dengan Photoshop Iconic seperti yang akan kita pelajari kali ini.

Note : Untuk membedakan antara Photoshop Iconic dengan Photoshop Manipulation, silahkan Kakang/Dinda Prabu semua kunjungi link-link tersebut, perdalam, dan jangan lupa untuk menikmati tiap detik prosesnya. GodSpeed!

Mengapa blog ini berbasa-basi..? Hahahah.. ini demi layout, Gan/Sis.. soalnya gag enak kosong melompong terus langsung pake spoiler seperti yang akan Agan/Sis klik sebentar lagi.. juga berhubung tinggal 22 menit lagi (waktu warnet supir), maka kami percepat penulisan basa-basinya.. hueheheh.. gag jelas banged nii blog :(

Langsung saja tanpa banyak berbasa-basi tobat sambel, kita masuk pada pembahasan..

Cara efektif membuat Tekstur Rumput 


Langkah Pertama - Nuansa kotor pada lembar kerja.


Buka Photoshop dengan ukuran dokumen 600x600 atau disesuaikan dengan kebutuhan.

Yang perlu diperhatikan setelah kita membuka dokumen baru adalah.. kita terlebih dulu akan membuat latar belakang dari tanah yang berumput tersebut.


Atur Foreground serta Background menjadi Hitam dan Putih (default jika memang belum diutak-atik). Shortcutnya adalah dengan menekan tombol D atau X pada keyboard.

Beri nama Tanah pada layer background (default) pada palette layer dengan cara double-click layer tersebut, lalu ubah namanya.

Kita akan banyak menggunakan lapisan layer, sebaiknya kita tahu masing-masing layer dimana kita akan bekerja. So.. dengan penamaan akan lebih membantu memahami tutorial ini. (lihat gambar di samping kanan)

Sekarang masuk ke menu Filter > Render > Clouds. Inilah nantinya warna dasar yang akan kita pergunakan sebagai alas dari rumput kita.

Hasilnya akan seperti gambar di bawah ini..


Beri sedikit nuansa bercak pada Tanah kita tadi dengan masuk ke menu Filter > Noise > Add Noise. Ubah amount nya menjadi 40%, Distribution nya ke Gaussian dan beri centrang pada kotak Monochromatic.


Mengapa pengaturannya seperti itu? Tidak. Tidak perlu persis seperti itu, Agan Sis dipersilahkan untuk mengeksplornya sendiri, siapa tahu kita malah menemuukan settingan yang lebih pas dengan selera kita.. dan manfaatnya, tentu kita akan lebih terbiasa dengan fitur Filter Photoshop.

OK sekarang bintik-bintik tersebut akan kita pudarkan.

Tambahkan nuansa Gaussian Blur (masih pada layer Tanah tadi). Masuk ke menu Filter > Blur > Gaussian Blur, dengan pengaturan pixel nya kira-kira 0.9px.


Jangan beranjak dulu, kita masih akan menambahkan filter lagi pada layer ini. Masuk ke menu Filter > Brush Strokes > Spatter, dengan pengaturan radiusnya kira-kira 21 dan dengan tingkat kelembutan (Smoothness) mencapai 2.


Tanah berwarna hitam? Hmmm.. ada yang kurang sepertinya.. Coba sekarang Agan/Sis masuk ke menu Image > Adjustment > Hue/Saturation untuk memberi sedikit sentuhan warna pada Tanah kita tadi.. atau bisa langsung diakses melalui shortcut Ctrl + U.


Atur pewarnaannya seperti pada gambar di atas. (kalau mau :p)

Byuhhh.. Langkah Pertama selesai. Kita sudah punya lantai dasar yang akan kita pergunakan sebagai alas untuk rumput kita nantinya.

Sekarang kita masuk pada langkah berikutnya..


Langkah Kedua - Covering

Kita akan menutupi Tanah kita tadi dengan Rumput hijau menghampar di atasnya. Buat sebuah layer baru, beri nama Rumput.

Ubah warna background Agan/Sis dengan warna yang bernuansa lapangan. Hijau tentunya. Di sini kami mempergunakan warna #52782F. Tekan Ctrl + Backspace jika warna yang kita kehendaki sudah kita dapat.


Tambahkan bercak pada layer hijau Rumput kita dengan mengklik menu Filter > Add Noise > Noise, isikan 30% untuk Amount dan pilih Gaussian sebagai Distributionnya, lalu jangan lupa beri centrang pada kotak Monochromatic. Eksekusi dengan menekan OK.


Kita akan membuat layer hijau kita menjadi agak buram dengan masuk ke menu Filter > Blur > Gaussian Blur, ubah radiusnya menjadi 0.9px, lalu klik OK.


Jangan nyerah.. dikit lagi.. :p isep dulu daa rokok gudang garem merah selera pemberani buat yang ngroko merek tersebut, isep ice blast atawa samsu atawa apalah yang bisa diisep, jari juga bolee ;p

Jangan terlalu serius Gan Sis.. ntar malah nyut-nyut-an lagi pala'nya.. masa gara-gara kek bginian masuk UGD atau krematorium.. welehhh.. huehehehe.. kidding.. Lanjut!

Wokkehhh...


Langkah Ketiga - Rumput Bergoyang

Sesuai (atau saiia'a ajj yg emang brusaha nysuain :p) dengan tahapan yang kita lewati, kini kita akan membuat Rumput kita sedikit lebih manusiawi realistis (minimal menurut kita sendiri, hehehe..).

Monggo masuk ke menu Filter > Stylize > Wind. Settingannya silahkan diintip langsung pada gambar berikut..


Semakin mendekat :p

Rumput kita sudah goyang tuu.. tapi masa iya sih dari sekian banyaknya rumput di taman, hanya adinda yang abang cinta.. halah jayusss.. semuanya goyang ke kiri..? Atau ke kanan..? Tentu tidak!

Perhatikan :

So.. kita perlu sedikit menambah perpaduan di sini. Masih pada layer yang sama, coba masuk ke menu Image > Rotate Canvas > 90 CW, lalu klik OK.


Ulangi dua langkah terakhir tadi, namun kini dengan arah sebaliknya. Masuk ke menu Filter > Stylize > Wind, klik OK.


Flip layer tadi sehingga kita bisa melihat bahwa Rumput kita sekarang sudah berdiri pada posisi yang kita inginkan. Sejauh ini, seperti gambar di bawahlah preview yang kita buat.



Langkah Keempat - Kontrasisasi

Halahhh.. itu jelas ketularan infotainment tuh.. :(

Pada Langkah Keempat ini, kita akan membuat Rumput kita lebih terlihat. Lebih kontras jika dilihat perspektif atas (dari helikopter misalnya atau dari ujung monas atau dari mana ajj lah terserah!).

Pada layer Rumput (aktif), ubah tingkat kontras warna atau yang lebih sering kita kenal Level warna pada gambar dengan menekan (baca; masuk) ke menu Image > Adjustment > Levels. Untuk lebih mudahnya, tekan langsung Ctrl + L pada kibor Agan/Sis.

Intip pengaturannya melalui screenshot berikut..


Atur secukupnya. OK berang-berang bawa berkat.. berangkaaat :p

Rumput telah siap dipakai buat futsal.. tapi sepertinya kurang asik tampilan akhirnya kalau tidak ada pembuktian bahwa ini memang lapangan bola (baca; rumput lapangan).

Mungkin kita bisa menambahkan macam-macam detil atau objek yang bisa menambahkan kesan bahwa ini memang benar-benar lapangan. Kodok lompat misalnya :p atau apa pun yang sekiranya pantas.

Di sini kami akan menambahkan garis-garis yang nantinya akan semakin memperjelas bahwa ini memang benar lapangan seperti apa adanya lapangan, hanya saja memang tidak bisa dipakai untuk sungguhan :p


Langkah Kelima - Optional

Buat sebuah layer baru di atas kedua layer Tanah dan Rumput. Beri nama layer ini Garis (atau apapun yang kita suka).

Aktifkan Brush Tool (B). Buka lebih dalam lagi, yakni dengan mengaktifkan Brush Palette, masuk ke menu Windows > Brushes. Ribed dengan keluar masuk Menu Navigasi? Sok dimonggoo tekan F5, sama ajja :p

Pada bagian Brush, Brush Presets, pilih Watercolor loaded brush 63. Kuas yang pas buat ukuran lapangan yang kita buat tadi (600x600).


Siap? Dengan Foreground telah terisi warna Putih, buat oret-oret-an di lembar kerja. Mungkin akan memerlukan kesabaran dan keteguhan hati jika kita membuat sebuah garis panjang tapi ternyata blentang-blentong gag lurus. Heheheh.. sabar bos!

Manakala kita melakukan kesalahan, atau garis yang mlencong, gag usa panik, tekan saja Ctrl + Z atau jika banyak kesalahan yang kita perbuat, juga gag usa ngamuk-ngamuk.. cukup tekan Ctrl + Alt + Z dan temukan kesalahan kita dimana, lalu ulangi dari situ.


Rupanya kita membuat daerah sepak pojok (lihat gambar di bawah). Gambar tersebut adalah hasil dari oret-oret hapus sana hapus sini (buang bagian-bagian yang tidak kita butuhkan).


Pada layer Garis ini bisa kita buat lebih realistis dengan menambahkan Noise. Masuk menu Filter > Noise > Add Noise, kami mengisinya dengan 7% untuk Amountnya.


Agar Garis kita terlihat lebih kinclong, tambahkan Layer Style.. Klik Kanan atau Dobel Klik thumbnail layer Garis untuk mengaktifkan Layer Style. Beri centrang pada Inner Shadow lalu turunkan Opacity nya menjadi sekitar 43%, Distance 1 dan Size juga 1.


Pada palette layer (layer Garis aktif), turunkan juga tingkat Opacitynya menjadi sekitar 90% atau sesuai dengan kebutuhan.


Masih ingat dengan layer Tanah yang kita buat? Sekaranglah saatnya kita panggil kembali layer tersebut untuk sumbangsihnya bagi pelajaran kita kali ini.

Gabungkan layer Rumput dengan layer Garis (kedua layer tersebut, disorot untuk mengaktifkannya terlebih dulu), -lalu baru istilah digabung terjadi setelah..- dengan cara menekan tombol Shift + Ctrl + Alt + E pada kibor, aksi ini akan menghasilkan sebuah layer baru, beri nama layer tersebut dengan nama Lapangan.

Sekarang berarti ada 4 buah layer, Tanah, Rumput, Garis dan yang terbaru yakni Lapangan. Matikan mata (eye thumbnail pada layer Rumput dan Garis), yang aktif (eye thumbnail aktif) hanya layer Tanah dan Lapangan.

Pilih layer Lapangan, tambahkan layer mask pada layer tersebut, (lihat tutorial Menambah Layer Mask dan Kegunaannya, red).

Aktifkan Brush Tool (B), mainkan Opacity untuk kuas brush tersebut, lalu sapukan pada Layer Mask agar tanah yang menjadi Latar bisa sedikit terlihat.


Sebagai finishing touch, Agan/Sis bisa menambahkan beberapa detail seperti teks atau cahaya seperti hasil akhir dari tutorial Cara mudah membuat Tekstur Rumput kita kali ini.

Viola!


Berantakan? Memang disengaja dan sepertinya selalu seperti itu, bukan.. :)  Kalau bersih banged, takutnya nii lapangan adalah lapangan keramat yang gag pernah dipake buat ngapa2in.. ea walhasil dikotor-kotorin deh biar keliatan sangar dikit.. halaaahh ;(

Tulisan di tepi lapangan pada gambar hasil akhir di atas adalah war zone.. yang juga sengaja cuma ditunjukkin se'iprit. Kita sudah selesai Gan/Sis. Terimakasih atas kunjungan dan doa'nya. Jangan kapok tuk mampir lagi ea :)
Tags: , , , , , , , , ,

Written by

Hanya menjalani lakon yang diberikan Sang Penguasa Semesta. Semoga apa yang ditulis di sini bisa sedikitnya memberikan manfaat tuk kita semua.

A single dot with a single line that inspires feelings, love and cares, emotions, and statements. Kudos!

3 comments:

Kamu tetap produktif dan kreatif bahkan dalam keadaan stress sekalipun?

 

Photoshop Icon

Holic Posts

Follow by Email

Why to Choose PSHolic?

PSholic terbagi menjadi 3 bagian penting yang harus bisa dieksplor secara keseluruhan dan bukan bagian perbagian. Photoshop Pemula... Photoshop Menengah... Photoshop Mahir... Enjoy!
Copyright © Belajar Photoshop | Designed by Templateism.com