Sabtu, 26 Desember 2015

Cara mudah membuat foto menjadi 'seperti' lukisan

Share & Comment
Assalaamu'alaikum warohmatulloohii wabarokaatuh. Akhirnya kita berjumpa kembali dalam keadaan sehat wal'afiat semua, semoga. Amin. Kali ini psholic akan mencoba share mengenai cara mudah membuat foto kita seolah-olah menjadi sebuah lukisan.. atau yang biasa kita kenal dengan Smudge painting.

Smudge painting adalah tekhnik yang akan kita terapkan di pelajaran kita kali ini, yang menurut hemat kami, masih merupakan 'anakan' dari Digital painting, walaupun masih banyak syarat yang terberangus dan terlalu tergesa-gesa jika kita katakan ini digital painting, karena memang bukan. Hanya anakan. Begitulah istilah yang kami pergunakan demi menghibur diri sendiri.. hehee..

Langsung saja kita masuk pada tutorialnya.. perlu diperhatikan bahwa jenis smudge yang akan Agan/Sis pelajari adalah tipe yang hard, Hard smudge.. agak berbeda dengan yang biasa Agan/Sis lihat di blog ini, kebanyakan dari mereka adalah saudara kembar dari tekhnik yang akan kita pelajari sesaat lagi, yakni Soft smudge. Agan/Sis tentunya dengan sendirinya akan memahami kenapa ada soft, lalu juga ada tipe yang hard seperti ini nantinya. Selamat menikmati.


Langkah Pertama - Persiapan.

Perlu diketahui terlebih dulu, bahwa pembelajaran Hard smudge kali ini, hanya benar-benar full menggunakan tool smudge, jadi kita tidak akan menjumpai cipratan apalah-apalah pada hasil akhirnya. Gambar berikut merupakan foto yang akan kita ubah.. hatur tengkyu buat akang Ocke untuk fotonya.. jika Agan/Sis belum ada tikus bahan percobaan, silahkan Agan/Sis save dan lalu sambil dipraktekkan langsung di Photoshopnya.

Credit goes to Ocke


1. Ukuran file. Karena kemampuan komputer yang kami pergunakan sangatlah terbatas, jadi kami tidak melakukan langkah ini, resize image. Jika memang memungkinkan, silahkan Agan/Sis buka foto yang hendak dijadikan lukisan (dalam hal ini, foto di atas), lalu ubah image size nya dari 72px/inch menjadi 300px/inch. Kenapa kami sendiri tidak melakukan ini? Karena jika kami menggunakan 300px/inch, komputer yang kami pergunakan langsung menjerit minta dipulangin ke rumah orang-tuanya lol. Yupp.. begitulah adanya.. sad but true. Lanjut.

2. Tata cahaya. Disini kita menginginkan agar foto yang ingin kita olah menjadi lebih tegas, line nya jelas.. tajam terangkat keluar rumah.. maka untuk itu diperlukan beberapa langkah untuk mendapatkan hasil seperti yang kita niatkan tersebut.

2.a. Sebenarnya, jika kita ingin mendapatkan hasil hard smudge, langkah ini bersifat optional, jika memang Agan/Sis mempergunakan foto Hi-ress.. bisa langsung di skip. Anggap saja bahwa kita sekarang mempergunakan foto Low-ress.. silahkan ikuti langkah berikut. Duplikasi foto yang sudah di resize (atau tidak) tadi, lalu ubah blending mode nya menjadi Hard Light. Masih di layer terduplikasi aktif, masuk ke menu Filter > Other > High Pass.. 




Perhatikan agar line dari objek di dalam foto kita lebih terangkat, lebih jelas. Tidak perlu terlalu terang, karena jika dipaksakan, akan over hi-lite. Jika sudah dirasa pas, tekan OK, lalu gabungkan kedua layer tersebut dengan menekan Ctrl + E pada keyboard Agan/Sis.

Setelah layer tergabung, duplikasi lagi layer stok kita yang sudah terkena hi-pass.. tadi, lalu matikan icon mata (indicate layer visibility) nya, kita pindah bekerja pada layer baru hasil duplikasi tadi. Mainkan Levels dan Curves pada layer tersebut untuk meningkatkan dimensi objek kita (lebih gelap biasanya).

Pengaturan Levels yang biasa kami lakukan..



Pengaturan Curves yang biasa kami terapkan..



Hasil sementara akan seperti ini..



Sudah terbayang bagaimana legitnya jika nanti kita gosok (baca: smudge) objek di atas? Tidak lucu? Jayus? Pengen muntah? Kasih kucing ajja..#SaiiaMahGituOrangnya. :p

Persiapan berikutnya adalah pengaturan warna. Silahkan masuk ke menu Image > Adjustments > Shadow/Highlight.. atur seberapa kuat cahaya yang ada, atur juga seberapa gelap (shadow) pada foto kita tersebut. Setelah puas dengan hasilnya, masuk lagi ke menu Image > Adjustments > Selective Color. Atur supaya semua makin terlihat tegas dan merata (warna dominan yang kita inginkan). Sudah?

Hasil kami seperti ini..




Note : Jika Agan/Sis memiliki cara sendiri untuk mengejawantahkan hal di atas, silahkan pergunakan langkah Agan/Sis tersebut.. lagi-lagi.. #SaiiaMahGituOrangnya.


Persiapan terakhir kita sebelum akhirnya mulai menggosok, masuk lagi ke menu Filter > Artistic > Paint Daubs..  Atur ukuran brushnya dan lalu Sharpennya 5 (boleh lebih, disesuaikan dengan stok kita). Jangan khawatir, jangan stress gundah dan gulana apalagi sampai kita memakan balok kayu jika kita mendapati gambar kita setelah di Paint Daubs menjadi seperti ini..



Let it be.. lanjut. Dan akhirnya, kita masuk ke langkah kedua yang dinanti-nanti. Aaah sudahlah.


Langkah Kedua - Menggosok.

Aktifkan tool utama kita, yakni Smudge (R). Agan/Sis bisa mengaksesnya langsung lewat keyboard dengan menekan tombol R, itulah mengapa, di belakang Smudge kami letakkan (R).. tentunya, yang telah terbiasa membaca tutorial akan lebih memafhumi.. bagi yang tidak.. ea gafafa laaah kaang :p

Setelah tool kita aktif, pilih brush yang ingin kita pergunakan. Karena tutorial ini termasuk kategori Smudge untuk pemula (terutama tipe yang hard), kami sarankan untuk menggunakan brush bawaan Photoshop untuk yang hard, yakni brush Thick Heavy. Atur strength nya di kisaran 89-91. Kami menggunakan strength 93. Lahh.. yang mana nii?! 93 yang saiia pake.. Agan/Sis silahkan pilih yang ada di kisaran tadi :p kalau memang Agan/Sis terbiasa dan mampu mengontrol smudge dengan strength 100.. ea monggo silahkeun.

Seperti halnya Soft smudge, Hard smuge juga sangat memperhatikan detil, arah gosokan dan sebagainya.




Tidak perlu takut jika pada gosokan pertama kita mengalami kesalahan, tirknya.. jangan dilepas klik pada mouse, sambil tetap di klik.. balikkan arah gosokan (ke arah sebaliknya).. perhatikan gambar berikut..




Seperti yang tadi kami singgung.. bahwa yang namanya smudge itu sangat memperhatikan detil.. pada spot-spot seperti berikutlah yang biasanya mendapat tantangan lebih.. mata, gigi, kuku dan rambut terutama edges pada rambut berikut lekukannya. Saran kami.. enjoy ajja.. ikutin tool smudge kita menuntun tangan kita menggosok daerah-daerah tersebut hingga tuntas.. atur ukuran kuas nya sesuai medan nya.. kalau perlu zoom in total sampe mata kita benyenyeh, mantap tuh.. hehehe.. gag lah becanda weee.. jangan lupa untuk tetap bergairah. Loh?!




Pada gambar di atas.. terlihat perubahan brush yang dipergunakan. Mengapa demikian? Eksplorasi. Siapa tau.. bagian rumit seperti brewok ini membutuhkan perlakuan yang beda.. sapa tau. Hehee.. Kalau memang dengan menggunakan Thick Heavy kita tidak menjumpai banyak kendala.. ea lanjut pake brush itu. Ajib.

Kira-kira.. hasil yang terjadi setelah 3 minggu kita menggosok.. akan seperti gambar di bawah ini..




"Tolong di zoom.. masih ada raster ataupun noise gag? Wkwkwkwk.. pasti banyak lah.. gag perlu berkecil hati.. karena langkah kita masih panjang.. sepanjang garis khatulistiwa di kali kan 17. (Hadeeewhh.. Makin konyol..)"

Monggo dilanjut.

Setelah semua selesai (untuk sementara) kita gosok, crop makhluk yang ada dalam foto tersebut dari backgroundnya.. kita akan mempergunakan milik kita sendiri (hasil beli dari matrial).




Ini dia backgroundnya.. Belum punya juga? Ngapain ajja selama ini? Hehehee.. becanda.. sensi amir sii.. Silahkan save dan pergunakan. Lah wong saiia juga dapet nutur ini di jalan.. lupa sapa yang punya.. mbah gugel juga banyak.. monggo..




Mengapa kami crop dan pasang backgroundnya jauh setelah menggosok, dan tidak di awal-awal tadi.. nanti juga Agan/Sis akan mengetahui dengan sendiri alasannya. OK.. masih di Langkah kedua.. setelah BG terpasang rapih.. (tentunya dengan penyesuaian seperti yang Agan/Sis inginkan).. kembali kita ke model kita, bapak tua cantik luar biasa yang tengah memegang cangklong..


Penyesuaian tone antara model dengan BG.


Dengan layer background (yang baru saja kita tambahkan, yang terletak di bawah layer model yang telah di crop) dalam keadaan aktif dan kita pilih (jangan layer laennya kang).. tekan Ctrl + U untuk memanggil Hue/Saturation, turunkan saturasi layer tersebut dengan pengaturan seperti yang terlihat pada gambar di atas. Temukan penyesuaiannya hingga Agan/Sis merasa paling pas.. gimana sii bahasa barusan.. rancu tuh hadeehhh.. :(

Jika sudah menemukan yang pas.. masih di layer BG, dengan tool smudge juga tetap aktif.. setrika lagi dengan alur sesuai dengan yang Agan/Sis damba-dambakan.. Di sini, kami menggosoknya memutari sii pak tua seperti termaktub dalam gambar di bawah berikut ini..




Jika dirasa sudah.. tambahkan Color Balance di atas layer BG tersebut dengan mengklik tombol Create New Fill or Adjustment Layer yang terletak di bagian bawah layer (paling tengah.. yang master mahh cuma ketawa-ketiwi doang nii baca langkah ini.. nahh yang nyubi.. ngeraba sana sini buat nyari tombol barusan, semoga, walau tanpa SS, tetap bisa membantu.. hehee..).




Gambar di atas adalah pengaturan untuk Color Balance yang terletak di atas layer BG yang telah kita gosok memutar tadi (itu yang punya saiia loh.. panjeneungan beda gosokannya ea gafafa.. Piss).

Masih tetap di layer BG.. Dengan menggunakan bantuan tool Rectangular Marquee (M), buat sebuah seleksi (kotak seperti gambar di bawah), yang nantinya akan kita duplikasi, dan layer hasil duplikasinya kita kirim ke atas layer pak tua pemegang cangklong. Lihat gambar di bawah agar lebih jelasnya.




Jika Agan/Sis sudah dengan benar meletakkan dan mengatur susunan layernya hingga akhirnya didapat seperti gambar di atas.. maka tinggal kita hapus bagian yang tidak kita inginkan pada layer terduplikasi yang terdapat di atas layer pak tua. Lakukan pembuangan part yang tidak diinginkan dengan cara yang paling Agan/Sis sukai.. saiia percaya, tinggal apus doang kek gini sii hal sefele buat Agan/Sis.. jika dirasa perlu.. turunkan opacity layer tersebut secukupnya. monggo dilanjut.

Sebelum kita beranjak ke langkah berikutnya.. tutup langkah kedua ini dengan gradient layer seperti gambar di bawah (disesuaikan dengan stok foto kita, hukum cahaya berlaku).




Caranya.. buat sebuah layer baru di atas layer pak tua si peroko' berat.. tekan tombol G untuk mengaktifkan Gradient color.. pilih Hitam untuk foreground dan Putih untuk backgroundnya, tarik dari pojok kiri atas ke pojok kanan bawah.. lalu ubah blending mode nya menjadi Overlay, turunkan opacity nya secukupnya.


Langkah Ketiga - Adjustment.

Sekarang kita masuk ke langkah terakhir sebelum bebenah (baca : finishing touch). Dibutuhkan beberapa penyesuaian agar kita mendapatkan hasil yang sesuai dengan standardisasi (yang itupun kami tidak terlalu menguasainya), kami hanya mengandalkan feel, jadi di sini, selera akan sangat berpengaruh.. dari stok yang sama, akan di dapat hasil yang berbeda, tergantung selera masing-masing akan warna dan sebagainya.

Penambahan beberapa penyesuaian yang dimaksud disini, yakni kami lakukan dengan menambahkan Levels, Hue/Saturation (Selective color, brightness/contrass, dll jika dirasa perlu). Kami hanya memilih 2 yang pertama untuk karya yang berjudul Old Pipe ini.. yakni Levels dan Hue/Saturation.

Pengaturan Levels :



Seperti yang sering kami utarakan diberbagai kesempatan temu wicara dengan beberapa kolega.. bahwa tiap stok memerlukan perlakuan yang berbeda, plus tergantung permintaan stoknya itu sendiri sewaktu pertama kali kita bertemu dan berniat untuk mengeditnya. Oleh karena itulah kami hanya memilih 2 itu tadi, jika Agan/Sis mendapatkan feel yang beda sewaktu mengolah stok ini, maka saiia jamin, hasilnya gag akan sama.. bisa jadi.. dan seringnya.. selain di tangan saiia, stok yang sama akan lebih cemerlang jika di olah.. jadi, gag perlu khawatir apalagi sampe minum teh celup campur baygon jika muncul perbedaan-perbedaan signifikan seperti dalam hal warna, cara menggosok dan seterusnya.

Pengaturan Hue/Saturation :



Cukup? Rasanya belum indah jika sebuah tutorial ditutup tanpa langkah yang satu ini.


Langkah Keempat - Finishing touch.

Sebelum kita masuk ke final step dari Hard smudge pada Photoshop, yakni penambahan filter Paint Daubs atau bahkan Smart Sharpen jika dirasa memang dibutuhkan.. perlu kiranya diketahui bahwa selama aktifitas penggosokan terjadi, jika tidak semua medan tertutup oleh gosokan smudge kita, maka akan meninggalkan noise berupa raster yang nantinya tentu akan terlihat sedikit mengganggu.

Maka dari itu, perlu kiranya kita gosok sekali lagi untuk memastikan bahwa semua area ter-cover. Jika Agan/Sis terbiasa dengan cara menggosok di atas layer kosong, disinilah maksud dari langkah tersebut.. yakni, semua area benar-benar tertutup, tergosok, tersmudge.

Kebetulan sekali kami pribadi, tidak menggunakan cara tersebut, bukan.. sama sekali bukan karena kami membangkang dan tidak mematuhi standardisasi yang ada.. alasannya hanya simpel saja.. kami belum terbiasa dengan langkah tersebut, jadi kami mohon maaf pada pihak-pihak yang bersangkutan yang pernah memberi wejengan baik langsung maupun tidak yang akhirnya kami memutuskan untuk menggosok langsung di medan laga (baca : stok).

Langkah kami ini bukan tanpa resiko.. jelas. Makanya ada finishing touch.. hahaha.. gosok terus!

Setelah yakin dan dicek berkali-kali, tidak ada daerah yang tertinggal dari smudge, barulah dengan aman kita bisa menambahkan filer Paint Daubs 1/5 seperti yang sudah kita lakukan di awal tadi. Inilah yang membedakan (selain strength pada brush smudge) antara soft dan hard. Efek seperti goresan kuas. Foto yang kita olah akan terlihat seperti dilukis.

Final result. (tanpa Smart Sharpen).




Di tengah perjalanan nantinya, karena ini masih full smudge, semua hasil gosokan dari tool smudge yang ada pada photoshop, serta tanfa bantuan tekstur atau brush cipratan-cipritin afalah-afalah.. Agan/Sis bisa mengkombinasikan tekhnik ini dengan tekhnik-tekhnik photoshop lainnya seperti tekhnik pengaturan cahaya, tekhnik manipulasi (yang tentunya akan lebih tricky lagi namun menyenangkan), foto pelangi (walau agak kurang pas), atau tekhnik apapun yang Agan/Sis ketahui dan kuasai dan impi-impikan. Hadewwwhh..

Tak lupa kami haturkan banyak-banyak terimakasih kepada nama-nama berikut yang dengan tanpa mereka, maka kami tidak akan bisa membuat tutorial ini, karena ilmu ini kami dapat, pelajari, kembangkan.. hingga kami acak-acak.. semua berkat mereka.. di antaranya..

Tuan guru besar Dedic Ahmad yang pertama kali 'membenarkan' sewaktu saiia posting Grant Gustin (pemeran The Flash - The Series) sambil menanyakan "Yang begini udah bisa dibilang Hard belum ea?", plus tutor Gus Mus dan Kurt Cobainnya, lalu ada mbah eyang guru Bee Dee yang walaupun baru 1 kali terlibat pembicaraan mengenai tekhnik ini, itupun sudah merupakan berkah yang teramat sangat buat kami, lalu suhu Jhek a.k.a. Pujjar Ramadhan yang selalu memantau perkembangan hard serta tutornya yang syemfurnah selalu dengan sentuhan AR nya, master Irfan Light dengan liukan-liukan luwes knife nya serta master Goran Evans yang goresannya sadis, yang keduanya membantu membuka mata kami bahwa seni itu tidak perlu terpenjara.. you both rock on!, para admin PSD, SAI dan INA yang gokil-gokil dengan ora bagen nya yang selalu menemani dari siang sampe malem sampe siang lagi, dari cakef sampe jelek samfe ganteng lagi.. terus jelek lagi mambrak mawur.. serta semua member grup yang gag mungkin satu persatu disebut disini.. terimakasih yang teramat sangat terhimpun dari dada bidang kami.. wkwkwk.. kalian semua tob markotob! Terimakasih terimakasih terimakasih.

Akhirul kalam, sekian dari kami psholic tentang Cara mudah membuat foto menjadi 'seperti' lukisan atau yang lebih nge-top nya di grup, internet lah poko'nya.. dengan sebutan Smudge.. Hard smudge painting.. terimakasih karena sudah berkunjung menyenpatkan diri membaca tulisan ini di tengah-tengah kesibukannya, dan selamat berkreasi. Salam Art!
Tags: , , , , ,

Written by

We are here with you to proudly present business to the globe the way you see it. Build with no just big or just small images. But definitely we create the image you want and make it alive and totally fresh.

That's it folks... Designing. It is about creating a single dot with a single line that inspires feelings, love and cares, emotions, and statements.

3 comments:

Kamu tetap produktif dan kreatif bahkan dalam keadaan stress sekalipun?

 

Photoshop Icon

Holic Posts

Follow by Email

Why to Choose PSHolic?

PSholic terbagi menjadi 3 bagian penting yang harus bisa dieksplor secara keseluruhan dan bukan bagian perbagian. Photoshop Pemula... Photoshop Menengah... Photoshop Mahir... Enjoy!
Copyright © Belajar Photoshop | Designed by Templateism.com