Monday, November 14, 2016

Tutorial Digital Painting - Anastasia Kvitko

Share & Comment
Akhirnya pagi ini kita bisa kembali dipertemukan dalam rangka mempelajari step-by-step pembuatan Digital Painting secara mudah seperti ini. Mudah? Relatif kawan.Yupp.. memang relatif, terutama karena Digital Painting yang diusung di sini masih tetap menggunakan tetikus sebagai alat tempur bantunya selain Photoshop.. tapi tidak tertutup kemungkinan bagi siapapun yang tetap ingin mempelajari dan menguasainya bukan?

Hasil akhir dari Tutorial Digital Painting - Anastasia Kvitko bisa kisanaks (dengan 's' red.) perhatikan baik-baik pada gambar yang lumayan mencolok di bawah ini. Hanya menggunakan singlet putih yang terkesan kotor, jeans pendek dengan kancing terbuka menyembulkan secercah warna pink mengintip dibaliknya, artis kita tampil menawan dan tidak mengecewakan para penggemarnya sama sekali, I guess :p


Sebelum kita masuk pada pembahasan, ingin kami sampaikan terlebih dulu bahwa sebenarnya, tulisan ini turun dengan kondisi kami yang sedang menahan, kebelet makan orang boker, kawan. Asli! Tapi tak mengapa.. dicicil tetep bisa tokh.. hehehe..

Kim Kardashian dari Russia. Begitulah banyak orang menjulukinya, terutama kami pribadi.. ckckck.. Agan.Sis setuju dengan pernyataan barusan? Tentunya Agan/Sis bisa langsung memafhumi kenapa perempuan satu ini di sebut-sebut seperti itu oleh banyak para penggemarnya di seantero jagat dewa batara internet bergelimang darah tikus ini.

Persiapan

Seperti biasa, langkah awal ini tentunya sudah sangat bisa dimengerti dengan mudah, karena persiapan yang kami maksud adalah persiapan mental kakanda semua bahwa beberapa jam ke depan, sampean akan memandangi dan memlototi secara mendetil dan terus menerus gambar atau foto preferensi yang terdapat pada lembar kerja Photoshop kita (beda window dengan lembar kerja kosong yang sebentar lagi akan kita isi, red.) sementara kamar sudah penuh dengan asap rokok yang mengepul tanpa mendapat jalan keluar karena semua terkunci dengan rapi tanpa sekat sedikitpun.

Untuk Brush (B) pilihan, silahkan panjeneungan semua pilih Brush yang paling cocok dengan karakter masing-masing. Disini kami masih menggunakan Brush yang sama yakni Brush (B) Deharme yang bisa didapat dengan mudah di internet. Persiapkan Brush (B) dan Eraser (B) jika diperlukan, persiapkan pula tetikusnya jangan sampai lari kesana-kemari, lalu dengan memisahkan window antara foto referensi dengan lembar kerja kita, mulailah kita menggambar, perlahan tapi asoy!

Hitam dalam Desain

Pada gambar 1 sampai 3 pada gambar di bawah merupakan sketsa kotor kita. Disini kami menggunakan teknik greyscale yang pernah kami bahas di postingan kami yang berjudul Digital Painting - Lucy Li serta beberapa postingan terkait lainnya yang link nya bisa kita dapati pada News Flash di bawah sana yang beberapa saat lagi akan kita lihat bersama. Khusus untuk gambar no.3, kami sudah mulai memberikan warna, masih dengan warna gelap karena menurut kami akan lebih mudah nantinya untuk mengolah shading lainnya.

Tutorial Digital Painting - Anastasia Kvitko

Agar tidak terjadi kerancuhan, terutama dalam hal pilihan kata, maka kata Hitam di atas yang kami maksud adalah warna-warna gelap, karena Tidak ada Hitam dalam Desain seperti yang pernah kami singgung juga sebelumnya pada nona Lucy Li tadi. Nahh.. gambar 1 sampai 3 merupakan pengimplementasian Hitam dalam Desain seperti yang kami maksud.

Teknik Greyscale

Agar tidak menyisakan kebingungan dalam kepala yang mulai terasa berat dan penat, ada baiknya kita mampir sebentar pada teknik satu ini yang walaupun sebenarnya teknik inipun sudah berangsur kami tinggalkan. Tokoh yang kebetulan memperkenalkan teknik ini dengan sangat menakjubkan adalah DC Tattoo dengan karya-karya monsternya yang luarbiasa breath taking! Incredible!

Lalu, penjelasan singkat mengenai Teknik Greyscale itu seperti apa, Gan/Sis? Teknik ini diperuntukkan bagi kita yang senang dengan membuat sketsa terlebih dulu, tapi bukan sketsa hasil jiplak, kawan. Maksudnya sketsa hasil jiplak?

Prohibited : Jika kita menempatkan foto referensi pada lembar kerja yang sama dengan lembar kerja kosong yang akan kita garap, dan meletakkan foto referensi tersebut pada bagian layer paling bawah atau paling atas dan diganti blend modenya dengan mode selain normal, atau tetap normal tapi di turunkan Opacitynya lalu kita meniru atau mencetak line yang kita inginkan dari foto tersebut dengan menggunakan warna gelap, well.. itu yang kami maksud dengan sketsa jiplakan.

Teknik ini hanya menggunakan 1 warna, warna gelap itu tadi, mulai dari sketsa hingga menjadi gambar penuh, mungkin tidak sepenuhnya penuh 100%, yang jelas kita bisa melihat perbedaan tebal dan tipisnya warna yang membentuk shading kita nantinya. Penggunaan 1 warna ini dicapai dengan gerakan yang tentunya 'melelahkan' bagi para pengguna tetikus, yaitu menaik dan menurunkan selalu Opacity dari Brush (B) kita agar bisa memperoleh tebal/tipis itu tadi. Bisa dilihat pada gambar 1 dan 2 di atas sebagai hasilnya. Lebih jelasnya, bisa dilihat pada Lucy Li yang kami singgung di atas tadi (hasil gambar greyscale yang lebih jelas, red.).

Setelah beberapa puluh kali kami mencoba teknik ini, dan lalu membandingkan dengan teknik pewarnaan atau teknik gambar kami sendiri, maka akhirnya kami memutuskan untuk tidak lagi mempergunakannya, hanya mungkin sesekali untuk mengenang bahwa teknik ini juga sama menyenangkannya dengan teknik lainnya.

News Flash : Jangan lupa untuk membaca beberapa tulisan kami lainnya mengenai proses pentransformasian diri dalam mencapai kemampuan menggambar secara digital di Panduan Digital Painting untuk Pemula, atau Tutorial Digital Painting yang berisikan tahap demi tahap dalam pembuatan Gambar Parabiosis, Digital Painting - Konsep Desain atau bahkan Cara menggambar Digital menggunakan Mouse, serta postingan terkait lainnya yang kebetulan berserakan di blog ini.

Untuk gambar sisanya yakni mulai dari gambar 4 hingga 16 pada gambar di atas, bisa Agan/Sis pelajari langsung dengan cara mempraktekkannya, tidak perlu lagi penjelasan ini itu karena pada akhirnya hanya akan membuat kepala kita pecah dengan huruf dan kata-kata, terutama dengan banyaknya misunderstanding dari penggunaan kata. Kami rasa, tanpa perlu lagi penjelasan teknis, gambar di atas sudah bisa mewakili pelajaran kita karena langkah awal-lah yang terpenting. Apa itu langkah awal? Kemauan.

Beres tokh? Tanpa itu, ea kelar semua! Hehehe.. Terimakasih karena sudah menyempatkan untuk mampir dan membaca sampah ala kadarnya seperti ini, yang hingga akhir dari tulisan inipun kami kembali teringat bahwa kami sedang dan masih menahan boker yang sudah hampir di ujung.. Oleh karenanya.. kami undur diri dulu.. See you next time! Ada ide kawan?
Tags: , , , , , , , ,

Written by

Hanya menjalani lakon yang diberikan Sang Penguasa Semesta. Semoga apa yang ditulis di sini bisa sedikitnya memberikan manfaat tuk kita semua.

A single dot with a single line that inspires feelings, love and cares, emotions, and statements. Kudos!

3 comments:

  1. kok nggak ada tutorialnya mas ,... saya pingin belajar ni

    ReplyDelete
  2. Wahh maaf om baru cek blog lagi.. tutor nya ada di youtube saya om.. dan kebetulan saya lagi berkabung karena channel saya itu di banned.. entah lah :( mohon maaf atas ketidak-nyamanannya (Y)

    ReplyDelete

Kamu tetap produktif dan kreatif bahkan dalam keadaan stress sekalipun?

 

Photoshop Icon

Holic Posts

Follow by Email

Why to Choose PSHolic?

PSholic terbagi menjadi 3 bagian penting yang harus bisa dieksplor secara keseluruhan dan bukan bagian perbagian. Photoshop Pemula... Photoshop Menengah... Photoshop Mahir... Enjoy!
Copyright © Belajar Photoshop | Designed by Templateism.com