Friday, May 12, 2017

Mengenal Brush Panel

Share & Comment
Digital Painting 101: Mengenal Brush (B) Panel  

Hola kawan semua.. Masih berkaitan dengan Digital Painting untuk Pemula berikut Tips cepat memadu-padankan imajinasi kita dengan Brush (B) agar kita bisa lebih mudah menggunakan Photoshop kita untuk keperluan Menggambar secara Digital atau yang lebih kita kenal dengan Digital Painting.

Agan/Sis baru berkeinginan untuk mencoba apa dan bagaimana Menggambar secara Digital? Okay, kali ini kita akan membahas fitur dasar di panel Brush Adobe Photoshop agar supaya kita bisa dengan mudah memahami medium luar biasa satu ini.

Sebelum seseorang menjadi mastah, tentunya ia juga mengalami proses ini, berkenalan dengan Photoshop, minimal.. jadi jangan terlalu khawatir apalagi takut untuk memulai, karena posisi kita semua sama, pelajar.

Begini man.. Tidak terlalu penting apakah kita suka menggambar atau melukis, yang jelas kita semua memiliki potensinya.. meskipun ada yang potensi tersebut terpendam sangat jauh di dalam sana hingga kita dengan segera menyimpulkan bahwa.. okeh.. saiia gag bisa. Hmm.. What a hurry!

Baiklah, tak mengapa, tak menjadi soal. Kamipun awalnya seperti itu ketika melihat Photoshop, walah.. ribed, rumit, susah dan sebagainya. Jika dirunut ke belakang, kami termasuk yang terlambat mencintai Photoshop (Menggambar Digital), namun sekali lagi.. tak mengapa, lebih baik terlambat daripada tidak sama-sekali. 

Nah sekarang mungkin waktunya Agan/Sis mulai tertarik. "Mulai" tertarik, yupp. Ketahuilah.. itu sudah -mendekati- setengah jalan mengalahkan pertempuran di dalam diri kita untuk menjadi "bisa" menggambar secara Digital seperti gambar Lucy Li - Morning Breakfast yang bisa kita lihat di atas tulisan ini. Ckckckck.. kepanjangan prolog nya kang!


Pelajari Content..
Mengenali Panel Brush

Tak kenal maka tak sayang. Demikianlah wejengan klisé ala Wiktionary yang masih bisa kita andalkan di era yang serba semerawut serta ugal-ugalan penuh hiruk-pikuk melanda otak membuat jidat berkerut dan menonjolkan urat-urat yang menghijau di dahi kita.. beuhhh.. Jika kita memang ingin mudah menggunakan Photoshop kita dan tidak direpotkan dengan membolak-balik kamus jalan pintas, (baca; shortcut tadi itu).. Agan/Sis memang mesti mengenal lebih dalam lagi panel Brush tersebut.

Penting! Demi kenyamanan Agan/Sis sendiri, (mau tidak mau, red.) hapalkan shortcut berikut!


Keyboard Shortcuts

Tekan F5 untuk membuka panel Brush.
Tekan B pada keyboard untuk memilih Brush Tool.
Tekan D untuk melukis dengan Warna Foreground dan Background Default (Hitam dan Putih)
atau untuk Mengurangi atau Meningkatkan Ukuran Brush (masing-masing).
Atau (Shift- [atau Shift-]) untuk Mengurangi atau Meningkatkan Ketebalan Brush.
Tekan dan Tahan Alt saat Brush Tool (B) dipilih untuk memunculkan Alat Pipet (digunakan untuk pencampuran).
Klik Kanan saat Brush Tool (B) terpilih untuk membuka mini panel Brush Presets dan Size/Hardness.


Brush Round Standar

Secara umum, Brush utama yang biasa kita pergunakan biasanya hanya seputar yang itu-itu saja, mungkin karena terlalu lama menggunakan Smudge sebagai penghasil gambar digital, maka kita kekurangan varian tool satu ini. Brush Round standar memiliki keunggulan dengan mudah disesuaikan terhadap kebutuhan hasil gores kita. Oleh-karenanya, coba sebanyak mungkin stok Brush yang kita punya, sayang-sayang jika hanya jadi hiasan belaka.

Lalu untuk mempercantik gambar kita, seperti yang kami singgung sebelumnya, pergunakan sebanyak mungkin varian brush, ini berguna untuk semakin mengenal apa dan bagaimana sifat dari masing-masing kuas dari brush-brush tersebut. Perhatikan sekilas gambar berikut..




Dari berbagai-macam kemungkinan, kita bisa mempercantik goresan kita, perlahan saja, tidak perlu terburu-buru mengetahui hasil akhir nan cantik memfesonah, man. Hindari keadaan yang membosankan baik dari tool-tool yang kita pakai maupun dari suasana hati kita saat menggambar. Mungkin Agan/Sis adalah tipe pekerja yang memerlukan kopi atau rokok sebagai pengisi break dari lelah mata dan atau lainnya, yang jelas, buat semuanya jadi senyaman dan semenggairahkan mungkin.

Selain jenis Brush yang mesti kita kenali dengan perlahan, jangan lupakan fitur Photoshop dari tool ini, yakni Brush Tip Shape, tempat untuk menemukan pengaturan utama untuk Brush kita, seperti Ukuran, Ketebalan, Sudut, dan Jarak dari masing-masing kuas yang kita pergunakan. Kenali pengaturan tersebut dan perbanyak eksperimen dengan berbagai macam goresan yang berbeda.

Perlahan kita akan memahami, kapan kita mesti menggunakan ukuran Brush kecil, kapan kita harus menggoreskannya dengan Brush ukuran besar atau benar-benar dengan zoom yang sangat besar (dan sebaliknya, red.).

0% Hardness menghasilkan "tepi sikat" menjadi lembut dan kabur seperti gambar atau titik yang kabur (dari pandangan, seperti gambar yang menjadi nge-blur, red.). Di lain kesempatan, menggunakan 100% Hardness akan menciptakan tepi yang sempurna dan terlihat detilnya. Terus dan lanjutkan dalam menggonta-ganti 'tingkat kekerasan' Brush Agan/Sis sesuai dengan kebutuhan.

Jika Agan/Sis merasa kesulitan dengan bahasa yang kami pergunakan disini, kami anjurkan untuk perlahan saja membacanya, ulangi beberapa kali, mungkin setelah pengulangan tersebut akhirnya membuat pemahaman lebih mengena dengan apa yang kami maksud. Jika hal tersebut memang benar-benar terjadi, kami mohon maaf, karena memang keterbatasan bahasa akan sangat berpengaruh dalam penyampaian sesuatu.

Akhirul-kalaam.. mungkin sekian dulu tutorial Digital Painting kita kali ini, pelajaran Menggambar Digital kita hari ini. Bukannya hendak menggurui, namun.. perbanyak resources keilmuan kita, jangan hanya membaca satu atau dua tulisan lalu berharap akan bisa menguasai dunia, perkaya diri kita dengan pengetahuan yang sebetulnya pengetahuan tersebut sudah kita miliki.. Hayahhh.. malah jadi paradoks. Wokehlah.. sampai sini saja, sekian dan terimakasih. Sampai jumpa dalam tulisan-tulisan kami berikutnya, wassalaamu'alaikum warohmatulloohii wabarokaatuh.


Tags: , , , , , , , ,

Written by

Hanya menjalani lakon yang diberikan Sang Penguasa Semesta. Semoga apa yang ditulis di sini bisa sedikitnya memberikan manfaat tuk kita semua.

A single dot with a single line that inspires feelings, love and cares, emotions, and statements. Kudos!

0 comments:

Post a Comment

Kamu tetap produktif dan kreatif bahkan dalam keadaan stress sekalipun?

 

Photoshop Icon

Holic Posts

Follow by Email

Why to Choose PSHolic?

PSholic terbagi menjadi 3 bagian penting yang harus bisa dieksplor secara keseluruhan dan bukan bagian perbagian. Photoshop Pemula... Photoshop Menengah... Photoshop Mahir... Enjoy!
Copyright © Belajar Photoshop | Designed by Templateism.com