Tuesday, May 30, 2017

Digital Painting - Konsep Desain

Share & Comment
Judul asli : Digital Painting; Dancing in the Moon

Kalo kata orang-orang.. "Haee Gaes.." Ckckckck.. begitulah manusia. Okay kawan, jumpa lagi dengan psholic dan setelah bermesraan beberapa waktu lalu dengan ArtRage, kini kami kembali merogoh-rogoh, mengobrak-abrik lemari tetangga serta membawa kabur anak perawannya yang bahenol photoshop dengan cara yang lumayan tidak biasa sambil ditemani The Wolf of Wall Street yang tengah mengudara seiring tulisan ini tertuang.

Mengingat bahwa dahulu kala, pekerjaan membuat ilustrasi, menggambar dan atau melukis, membuat layout dan lain sebagainya merupakan pekerjaan Seniman yang bisa dibilang 'khusus', yang kemudian hanya mereka yang layak dan kredibel untuk bisa menerjemahkan bahasa imajiner menjadi visioner, bahkan jika kita mau jujur menengok era sebelumnya, para seniman tersebut merupakan elemen kerajaan (Seni Aristokrat).

Namun tenang kawan.. seperti yang sudah sering kami singgung disini, kali ini jenis pekerjaan tersebut bukan lagi monopoli segelintir orang seperti mereka, terutama ketika riang dan gencarnya teknologi dengan gagah membentangkan sayap ego-nya di langit maya nan kelam di era kita ini, hanya dengan melalui sebuah kotak magic berukuran kecil yang sudah ada di tiap sudut ruang rumah kita, (baca; komputer, red.) memungkinkan bahkan bagi setiap orang saat ini untuk menguasainya lebih mudah dan efisien.. karena kotak tersebut kini berpindah dalam genggaman tiap anak kecil di seluruh dunia.


Konsep Dancing in the Moon

Dikarenakan banyaknya situs-situs pembelajaran Digital Painting terutama Photoshop di internet dewasa ini, hampir semua situs atau blog yang kebetulan kami kunjungi tersebut sudah semakin maju (baca: kami yang semakin jauh tertinggal, bahkan mendekati kadaluarsa, red.) terutama dalam hal AlutSista atau peralatan tempur. Mereka semua kebanyakan sudah menggunakan Pen.

Para pekerja seni tradisional saat itu menggunakan pensil, pulpen dan atau kuas serta cat.. Lalu banyak yang beralih dari itu semua pada penggunaan tablet USB digital. Selain faktor bentuknya yang memang menyerupai pena, tentunya memiliki kemampuan yang cukup berbeda dari tikus komputer terutama dalam hal yang sangat sensitif dalam Digital Painting, yakni sensitivitas tekanan.

Sementara ulegan di dapur mouse hanya mampu melakukan 'geser' dan 'klik' secara biner, para pengguna pen tablet USB, yang paling umum biasanya tablet merek Wacom, memiliki output gradasi yang intens. Perbedaan tekanan pada tangan akan menghasilkan output yang berbeda, jadi tidak lagi terlalu mengandalkan pada Brush Opacity.

Oleh karena itu, dengan kerendahan hati yang teramat sangat, izinkanlah kami (dari yang hanya sedikit ini, red.) berbicara atas nama mereka-mereka yang masih saja hingga kini berjibaku hanya dengan menggunakan tetikus atawa mouse-user. Tentunya.. disertai dengan kemauan keras nan membaja serta latihan dan sekali lagi.. kerja keras nan membahana selangit, bagi mereka yang ingin mendalami skill melukis dan menggambar secara digital dan hanya mampu mengandalkan 'apa adanya' (baca; mouse bin tetikus, red.) jangan pernah berkecil hati.. karena tentunya Agan/Sis semua akan memetik hasil yang optimal nantinya.Kapan itu 'nanti?' Ya jeneungan sendiri yang bisa jawab pertanyaan itu.. Wee.. :p

Lupakanlah.. Kalau dilihat sekilas.. gambar di atas merupakan hasil sementara, atau yang orang desain bilang work in progress.. sumthin' like that.. Hmm.. Tekstur yang masih sangat rough, memang.. pengerjaan gambar tersebut bisa dibilang ngasal.. tidak terkonsep sama sekali bahkan. Tiba-tiba jadi seperti itu.. sebut saja.. sudden concept, dan selama proses pengayaan berlangsung.. semua dalam kondisi menyenangkan, terutama karena ditemani oleh Immortals yang diperani secara apik oleh Henry Cavill sang Superman.

Lalu.. mengapa judulnya tertulis demikian? Digital Painting - Konsep Desain. Suka ajja.. Selain terdengar 'seolah-olah sangat berpendidikan,' ingat.. hanya 'seolah-olah' loh.. di otak kami yang berukuran kecil ini memang gag kepikiran sama yang selain itu, maklumlah kami memang bukanlah tipe-tipe yang terlalu mementingkan hal-hal yang menurut hemat kami bisa dibilang ruwet seperti pemberian judul tulisan dan sebagainya itu. Heheheuu..

Kawan.. Cukup ahh.. Sekian dan terimakasih (Y) Parah, kan?!
Tags: , , , , , , , , ,

Written by

Hanya menjalani lakon yang diberikan Sang Penguasa Semesta. Semoga apa yang ditulis di sini bisa sedikitnya memberikan manfaat tuk kita semua.

A single dot with a single line that inspires feelings, love and cares, emotions, and statements. Kudos!

0 comments:

Post a Comment

Kamu tetap produktif dan kreatif bahkan dalam keadaan stress sekalipun?

 

Photoshop Icon

Holic Posts

Follow by Email

Why to Choose PSHolic?

PSholic terbagi menjadi 3 bagian penting yang harus bisa dieksplor secara keseluruhan dan bukan bagian perbagian. Photoshop Pemula... Photoshop Menengah... Photoshop Mahir... Enjoy!
Copyright © Belajar Photoshop | Designed by Templateism.com