Saturday, June 3, 2017

Digital Painting - Lucy Li

Share & Comment
Interesting morning! Kawan.. Pagi ini, sejak tadi malam tepatnya, kami tengah bersendawa berbelasungkawa karena kehilangan pendengaran yang selama ini teramat penting demi kelangsungan hidup di alam mayapada ini. Beberapa langkah diambil demi mengantisipasi kehilangan tersebut, tapi sepertinya memang bukan dalam waktu dekat ini jawabannya akan muncul. Tak mengapa.

Agan/Sis ingat dengan postingan kami sebelumnya dengan screenshot yang sama seperti gambar di samping? Postingan tersebut berjudul Mengenal Brush Panel - Belajar Digital Painting Yupp.. Akhirnya penjelasan yang lebih masuk akal berkenaan dengan gambar tersebut baru bisa kami tampilkan saat ini.

Lucy Li. Siapakah gerangan gadis ayu putih bersih satu ini? Silahkan jeneungan googling jika memang tingkat curiosity nya melanglang-buana, siapa tau dapet jodoh. Hayahh.. Sayangnya beliau sekarang sudah beda, tak seperti era-era pertama kami mengenal ketika masih rookie di dunia yang digelutinya sekarang. Ah sudahlah.. nanti malah puyeng sendiri. Ckckck..

Kembali ke leptop! Mengapa gambar yang sama muncul di dua postingan yang berbeda walaupun masih di core yang sama? Hmm.. Karena kami merasa perlu membeberkan teknik yang berbeda kali ini jika dibandingkan dengan teknik sebelumnya yang kami keluarkan pada postingan berjudul Digital Painting - Parabiosis, Digital Painting - Rock On!, Digital Painting mixed by Smudge Painting maupun Belajar Digital Painting - Buto Ijo Kurus.

Coba direnungi sejenak gaes gambar di bawah.. lalu temukan perbedaan teknik Digital Painting pada gambar tersebut jika dibandingkan dengan Digital Painting lainnya yang telah kami sebut di atas (berikut link nya masing-masing tadi, red.)! Yupp.. Kali ini kita akan masuk pada teknik Digital Painting yang diawali hanya dengan menggunakan Brush (B) dengan warna Hitam saja, baru nantinya step Coloring menyusul setelah semua rough sketchnya telah dianggap cukup.

Dari kiri ke kanan, 1 dan 2, baru bawah kiri ke kanan, 3 dan 4.

Sejujurnya, teknik Digital Painting seperti ini, sangatlah time consuming, namun kami rasa perlu juga untuk diperdalam karena teknik ini memberikan pengenalan lebih baik dan mendalam terhadap software kesayangan kita dalam menggambar yakni Photoshop.

Tidak ada warna Hitam dalam Disain

Inilah yang kami maksud dengan 'Pencapaian' dalam ber-photoshop-ria. Seperti yang juga kita ketahui bersama, bahwa warna Hitam merupakan warna yang mendominasi dan memiliki makna kuat, kokoh dan netral. Lebih dalam lagi, sebenarnya tidak ada sama sekali yang disebut netral, oleh karenanya, sebenarnya pula, Hitam dalam disain itu bukanlah warna. Tolong sampai disini jangan pada gontok-gontokkan. Slow baee gaess, wokeh?!

Agak sulit memang untuk menjelaskannya secara terperinci dan text book jika hal ini digundah-dulanakan. Ada baiknya, terima ajja dulu tuk sementara, nanti pada saatnya, jika sedulur sadayana sudah semakin erat berpelukan, berjibaku dan berkecimpung serta dengan sendirinya mendalami 'layer makna demi makna' akan sesuatu, tentunya kisanak akan mempunyai pendapatnya sendiri.. Hehehe.. ngelag mode-on.

 Lalu, apa dong warna yang dipakai untuk membuat gambar di atas, terutama pada gambar 1 dan 2? Ya secara standar akan kami jawab, Hitam. Tapi disini kami akan lebih asoy jika menyebut warna tersebut dengan warna gelap, atau untuk menghindari konflik timur-tengah berkepanjangan di laman ini, sebut saja warna tersebut dengan warna #000000. Aman, bukan.

 Singkat cerita, gambar pertama di atas itu dihasilkan dengan menggunakan Brush (B) berwarna #000000 dengan Opacity yang terus berubah-ubah (tidak sama seperti pada teknik-teknik Digital Painting sebelumnya yang pernah kami share disini, red.) mulai dari rendah untuk keperluan membuat sketsa (asal-asalan, red.) lalu Opacitynya semakin turun/rendah untuk mengisi segala kekosongan pada sketsa yang kita buat tadi.

Note : Penggunaan Opacity yang selalu berubah kadang rendah kadang sedang bahkan kadang tinggi ini disebabkan user masih menggunakan tetikus. Untuk yang menggunakan pen sylus dan sebagainya yang kami tidak hapal sebutan demi sebutannya masing-masing, tentu ini sudah bukan permasalahan penting lagi. Monggo!

Setelah semua dirasa sudah cukup, setelah penggunaan Brush (B) dengan Opacity yang turun-naik tersebut (gambar 1, red.) beralih pada gambar berikutnya dimana kami menambahkan bagian-bagian detil dari segala yang kita butuhkan. Pokoknya segala yang berhubungan dengan sketsa awal, sketsa kasar suatu gambar, masih belum menggunakan warna, semua masih menggunakan #000000 tadi itu, kecuali jika Agan/Sis ingin membuat background, itu sih up to you, dude.

Tips : Untuk bagian detil, akan lebih mudah (mungkin karena mata saiia ajja kali ea yang udah siwer, red.) jika ndoro kakung zoom sebesar-besarnya gambar yang kita buat tersebut. Ini juga perbedaan mendasar lainnya antara mouse user dengan yang menggunakan hardware lainnya.

Teknik Coloring

Jika dirasa semua sudah siap pada tempatnya, semua sketsa sudah rampung, bagian-bagian detil sudah cukup, baru kita akan masuk pada tahap selanjutnya yang kita sebut, Coloring. Jika nanti dirasa perlu menambahkan bagian-bagian detil atau perintilan lainnya, silahkan lakukan nanti saja, karena hal tersebut bisa kita lakukan sambilan.

Sudah berapa Layer sekarang ini Agan/Sis buat? Jawabnya tentu beda-beda. Well.. Untuk tahap pewarnaan ini, silahkan buat sebuah layer baru lagi di atas semua layer yang tadi dibuat untuk keperluan sketsa. Ubah Blending Mode layer baru ini menjadi Soft Light atau Overlay, tergantung kebutuhan. Gosokkan warna tersebut dengan Brush (B) pilihan atau kegemaran masing-masing disesuaikan dengan gambarnya masing-masing pula.

Tips : Kami lebih menyukai Brush (B) dengan tekstur kasar untuk membuat hampir semua (kebetulan, red.) Digital Painting di blog ini, oleh-karenanya-lah kami menghindari menggunakan Soft Round, namun jika sampeyan semua lebih menyukai Soft Round dan semua kebalikan dari yang kami lakukan, monggo.. it's boten nopo-nopo!

Banyaknya layer yang digunakan serta masing-masing Blend Mode yang dipilih untuk tiap layer tersebut akan sangat bervariasi, tidak melulu sama, karena tiap foto atau gambar atau sesuatu yang ingin kita buat itu, semua beda, masing-masing punya kisahnya sendiri-sendiri, jadi Agan/Sis tidak perlu terlalu jatuh hati dan lalu terpedaya dengan tiap kata-kata yang kami tulis disini. Silahkan dieksplor seliar-liarnya baik imajinasi kita ataupun tools pada Photoshop kita. Jangan pula terhipnotis dengan tutorial-tutorial yang meng-eksploitir kerumitan, keruwetan, ke-takut-salah-an dan sebagainya yang berkenaan dengan Digital Painting menggunakan Photoshop dan Mouse ini.

Lakukan apapun yang dirasa perlu untuk bisa menyatu dengan Photoshop kita itu, jika memang dirasa perlu untuk 'menjiplak' (meletakkan referensi gambar pada layer paling bawah atau paling atas, red.) terlebih dahulu (sangat tidak dianjurkan jika prospeknya malah kebablasan, red.) foto yang ingin kita digitalized. Harapannya agar sebagai Pemula, kita akan terbiasa dengan menggambar seperti ini, yang nantinya jika sudah jadi habit, tinggalkan itu semua. Letakkan foto referensi di sebelah lembar kerja kita, jika perlu.. sudah tidak perlu lagi akan referensi dari luar. Kita sudah bebas menggunakan referensi dari dalam diri sendiri, dari imajinasi kita sendiri.

Hasil akhir Digital Painting - Lucy Li..

Penampakan Lucy Li yang lain..

Well.. Sekarang tentunya Agan/Sis semua sedikit banyaknya telah bertambah ajiannya dalam menerapkan bermacam Teknik Digital Painting. Semoga tulisan ini bisa bermanfaat buat kita semua, mohon maaf jika terdapat banyak kekurangan.. Yang baik datangnya dari Alloh SWT, sedang yang buruk-buruk dari kami. Akhirul kalaam.. Wassalaamu'alaikum warohmatulloohii wabarokaatuh. Sekian dan terimakasih.

Tags: , , , , , , ,

Written by

Hanya menjalani lakon yang diberikan Sang Penguasa Semesta. Semoga apa yang ditulis di sini bisa sedikitnya memberikan manfaat tuk kita semua.

A single dot with a single line that inspires feelings, love and cares, emotions, and statements. Kudos!

0 comments:

Post a Comment

Kamu tetap produktif dan kreatif bahkan dalam keadaan stress sekalipun?

 

Photoshop Icon

Holic Posts

Follow by Email

Why to Choose PSHolic?

PSholic terbagi menjadi 3 bagian penting yang harus bisa dieksplor secara keseluruhan dan bukan bagian perbagian. Photoshop Pemula... Photoshop Menengah... Photoshop Mahir... Enjoy!
Copyright © Belajar Photoshop | Designed by Templateism.com