Friday, June 2, 2017

Digital Painting - Parabiosis

Share & Comment
Sambil ditemani Sand Castle dengan akang Tom Cruise sebagai lakon utamanya, pagi ini kembali kami dengan ceria kembali mengudara masih dengan tema-tema Digital Painting seperti sebelum-sebelumnya. Jadi bagi Agan/Sis yang merasa terlambat untuk menggali 'Apa' dan 'Bagaimana' itu Digital Painting diperlakukan disini, silahkan klik Label; Digital Painting yang berada di sebelah kanan tepat di bawah gambar Dinosaurus dengan anak kecil dalam mulutnya. Terimakasih.

Parabiosis

Jika kita harus merujuk pada KBBI, maka akan kita jumpai apa maksud dari kata Parabiosis tersebut. Penjelasannya sebagai berikut.. pa·ra·bi·o·sis dengan 5 suku-kata, makna pertama adalah Penghentian sementara kegiatan fisiologi; kemudian makna selanjutnya, Penggunaan sarang yang sama oleh dua koloni serangga sosial berlainan jenis yang anak-anaknya dipiara secara terpisah. "Dipiara?!" What a word!

Hmm.. lebih tepatnya ternyata kata ini akan berkesinambungan jika dipadu-padankan pada hewan, binatang.. mungkin. Lalu mengapa kata tersebut kali ini berada pada gambar atau hasil kerja kami seperti yang kawan semua bisa lihat tepat di atas tulisan ini? Seperti biasa, penjelasannya akan sangat mudah dan ringan saja. Karena kami suka. Hehehe.. Menjemukan, bukan. Itupun sekali lagi diserahkan pada masing-masing jeneungan sebagai kawula muda untuk menerjemahkan kenapa psholic selalu seperti itu.

Kembali pada bagaimana seharusnya sajian-sajian di blog ini bisa bermanfaat, minimal tuk kami pribadi, syukur-syukur untuk orang banyak yakni blog yang menyajikan proses pembelajaran bersama. Karena di blog ini sedang booming-boomingnya Digital Painting, entah itu melalui media seperti Photoshop ataupun ArtRage, maka postingan inipun tidak terlepas dari hal itu.

Kali ini, silahkan dulur sadayana menyiapkan segala sesuatunya dengan nyaman, tanpa adanya paksaan dari pihak ketiga atau darimanapun karena kita akan segera memulai bagaimana proses Digital Painting - Parabiosis ini terwujud.

Tahap pembuatan Digital Painting - Parabiosis.
Persiapan Materi dan Non Materi

Persiapan Materi dalam hal ini adalah yang ringan-ringan saja seperti apakah sampeyan semua sudah memiliki software Photoshopnya atau belum, jika sudah.. ea silahkan langsung dibuka. Jangan terlalu memusingkan perintilan-perintilan gag penting seperti apakah itu Photoshop 7 atau PS CS, baik itu CS2, 3, CC, seribu atau CS semilyar, silahkan langsung dibuka ajja.

Lalu juga materi lainnya yang tidak perlu jadi hambatan, pen atau mouse, tablet atau Wacom atau pengulegan sekalipun, spidol atau layar sentuh semeriah apapun.. adanya mouse atawa tetikus, ea silahkan dipakai dan dimanfaatkan secara maksimal tetikus tersebut. Syukur alhamdulillah jika memang sudah punya seperti yang orang banyak punya. Wokeh?!

Persiapan Materi yang tak kalah pentingnya juga seperti rokok dan pengimbangnya yakni kopi, sudah tersedia atau belum, jika bukan tipe perokok dan pengopi, mungkin Agan/Sis tipe yang dirokok atau yang dikopi, ea silahkan wujudkan itu semua. Halahhh.. paan sii?! Otre yang penting semua sudah membuat kita nyaman tanpa beban tanpa perlu mikirin KPR atau tunggakan motor bulan depan dan sebagainya, duduk yang manis, lalu tidur dehh.. ckckckck..

Brush (B) tool pilihan

Dalam hal ini, setelah kita sebelumnya dibekali dengan berbagai macam aji serta kanuragan rawa-rontek semar-mesem gundah-gulana mengenai Digital Painting yang bisa sama-sama kita gali di blog ini secara menyeluruh, tentunya panjeneungan sudah tidak lagi mempermasalahkan mesti menggunakan Brush (B) apa sebagai alat andalan masing-masing, bukan. Makanya tulisan ini kami masukkan dalam kategori PS Mahir.

Hmm.. Seperti yang Agan/Sis bisa lihat, pilihan Brush (B) kami kali ini jatuh pada jenis Brush yang menurut kami paling asik untuk digunakan jika tema gambarnya seperti ini. Bisa diperhatikan pada gambar di samping. Perlu diingat, mungkin tiap-tiap ilustrator, katakanlah demikian, atau penggambar, atau bisa juga pelukis digital, atau apapun sebutannya.. memiliki tipe dan gayanya masing-masing dalam memulai sebuah karya.

Singkatnya, ada yang memulainya dari menggunakan Line Art terlebih dulu, ada yang memulainya dengan tingkat Opacity rendah lalu menanjak pada yang lebih tinggi, ada yang berpedoman mesti dengan sesuatu yang B/W terlebih dulu, menggambar hanya menggunakan Hitam sebagai penghantar, baru nantinya diberi warna.. ada juga yang langsung menggunakan warna dan sentakan Opacity menengah ke-atas dan lain sebagainya. Silahkan Agan/Sis coba semua kemungkinan tersebut, lalu terapkan hingga kita memilikinya sebagai ciri khas kita sendiri.

Untuk gambar di atas, seperti yang bisa kita lihat bersama, kami menggunakan direct style. Beuhhh.. gayaaa.. Maksudnya gini, om tante.. Kami langsung menggunakan Brush (B) pilihan kami dengan warna tanpa ber-Opacity rendah terlebih dulu, jadi langsung jrengggg! Kira-kira seperti itulah penjelasannya, jika sekiranya memusingkan, coba bisa langsung dipraktekkan cara ini agar bisa langsung dimengerti apa maksud penjelasan tadi.

Midtones, Highlights dan Shadows

Bahasa gampangnya, Shading. Sambil menghirup dengan perlahan kopi hitam kental yang mulai kehilangan panasnya dan lalu menghisap dalam-dalam rokok di selipan jari masing-masing (loh.. bukannya sekarang menunjukkan waktu 10:27 pagi?, red.) kita akan kembali pada gambar kita, yakni Parabiosis. Gadis yang terpental dari sarangnya. Wkwkwkwk.. seperti itulah jika kita paksakan untuk masuk dan klop dengan definisi dari kata tersebut.

Sekarang coba Agan/Sis perhatikan (klik untuk memperbesar) gambar di samping. Sambil menikmati adegan demi adegan yang diperankan dengan legit oleh #DafneKeen nan canggih, sedikit demi sedikit kita tutupi area kosong pada lembar kerja kita dengan warna-warna gelap seperti Biru dan Turquoise.

Utamakan Midtones, Highlights serta Shadows selalu terpenuhi. Keep that in mind! Karena sebenarnya, hanya itulah elemen terpenting sewaktu menggarap Digital Painting.

Terapkan (tentukan) Midtones yang ingin kita pergunakan. Goreskan dengan Opacity di atas 50%, lalu untuk memberi atau menambah Highlights serta Shadownya, gunakan warna lainnya, berjejer.. gosokkan Brush (B) Agan/Sis dengan lembut.

Jika sudah, turunkan Brush Opacity menjadi di bawah 50%, lalu di antara dua warna yang sudah ada, pilih salah satunya, tekan tombol Alt+Klik Kanan untuk meng-copy warna yang diinginkan, lalu gosokkan tepat di edge dua warna tersebut. Voila! Kawan akan mendapat warna baru tepat di antara dua warna tadi.

Untuk memprakarsai terciptanya bagian detail, penentuan terang gelapnya image, atau yang biasa dikenal dengan sebutan Shading, Agan/Sis bisa menggunakan brush dengan warna yang lebih gelap untuk Shadow atau shading gelapnya, lalu bisa diberi sentuhan Adjustment Curve, Level, atau Hue Saturation di finishing touch untuk mendapatkan ambien yang paling mendekati dengan yang kita inginkan.

Perbanyak trial and error untuk yang satu ini, karena memang Shading tidak bisa langsung didapat dengan hanya sekali gosrek. Saat ini bagi para pemilik Wacom dan sebagainya bisa berbahagia riang gembira, karena hanya dengan mengurangi tekanan pada pen, maka peleburan dua warna akan terasa lebih simpel. Namun bagi yang masih utak-atik tikus, monggo bersabar atas naek dan turunnya Opacity yang mesti kita ladeni dengan legowo. Tak perlu berkecil hati.

Finishing Touch

Sebenarnya jika kita sudah sampai pada tahap ini, maka tidak perlu lagi diambil pusing, karena sebenarnya langkah terakhir ini bersifat opsional, monggo dipake, boten nopo-nopo jika memang sedulur semua udah merasa cukup dengan 'Hasil Akhir' gambar jeneungan tersebut.

Namanya juga Finishing Touch, jadi sifatnya hanya membuat gambar kita mendekati sempurna sesuai dengan apa yang kita ingin, dengan berbagai macam metode. Seperti yang sudah kami singgung di atas.. Ada yang mempercantik dengan penambahan-penambahan Layer Hue Saturations, Level, dan sebagainya yang tempatnya terletak pada Palette Layer (sebelah kanan bawah, red.), ada yang melakukan tambal-sulam mencegah bocor-bocor yang sekiranya tidak enak dipandang mata dengan cara memberikan sentuhan-sentuhan magis Brush (B) yang dipercaya bisa menghandle urusan tersebut oleh Agan/Sis masing-masing.. dan tentunya.. dan lain-lain.

Well.. Finally.. Hasil akhir dari upaya dan daya kita yang dibarengi dengan cucuran keringat serta peningnya kepala yang ditandai dengan urat-urat bertonjolan di jidat, akan membuahkan hasil gambar yang mendekati seperti gambar berikut..


Parabiosend

Sebagaimana kita ketahui bersama bahwasanya Digital Painting itu merupakan metode menciptakan sebuah Seni Lukisan Digital atau teknik membuat Seni Digital (masihkah menganggap bahwa Digital Painting itu bukan seni? red.) dengan menggunakan komputer.

Harapannya, agar kita tetap dapat memperoleh kesan seperti melukis beralaskan kanvas dan sebagainya, namun disini kita memanfaatkan bantuan software (Adobe Photoshop, ArtRage, Corel Painter, Paint Tool Sai atau aplikasi grafis lainnya) dan hardware seperti Mouse atau yang lebih top kita kenal dengan sebutan manis, Tetikus serta Pen tablet, pena yang lebih tegas, hitec, milipen atau sejenisnya yang tidak terlalu menjadi faktor penting keren tidaknya hasil gambar kita serta hardware pendukung lainnya.

Semoga penjabaran ini mudah dimengerti dan bisa memberikan manfaat tuk kita semua! Dari kami, sekian dan terimakasih. Wassalaamu'alaikum warohmatulloohii wabarokaatuh.
Tags: , , , , , , ,

Written by

Hanya menjalani lakon yang diberikan Sang Penguasa Semesta. Semoga apa yang ditulis di sini bisa sedikitnya memberikan manfaat tuk kita semua.

A single dot with a single line that inspires feelings, love and cares, emotions, and statements. Kudos!

0 comments:

Post a Comment

Kamu tetap produktif dan kreatif bahkan dalam keadaan stress sekalipun?

 

Photoshop Icon

Holic Posts

Follow by Email

Why to Choose PSHolic?

PSholic terbagi menjadi 3 bagian penting yang harus bisa dieksplor secara keseluruhan dan bukan bagian perbagian. Photoshop Pemula... Photoshop Menengah... Photoshop Mahir... Enjoy!
Copyright © Belajar Photoshop | Designed by Templateism.com