Tuesday, June 6, 2017

Panduan Digital Painting untuk Pemula

Share & Comment
Judul asli : Digital Painting 101 - The Complete Guide

Dari gelap, terbitlah terang. Wahai terang, datanglah, karena ini merupakan blog iluminati yang paling iluminati lengkap dengan para ksatria templar sebagai ghost-writernya yang bersenjatakan parang serta kelewang pudul serta segenggam tanah asal kelahiran Nabi Adam AS kurang-lebih 150.000 tahun yang lalu di tanah Kebumen sana.. So.. Singkat cerita.. Berdatanganlah sedulur sadayana para Jin marakayangan! Bhahahahaha..

Gambar berikut merupakan penampakan dari Ghost Rider (The Movie, red.) vol.2 yang kebetulan kurang saiia suka, masih lebih fresh vol.1 nya menurut hemat kami, karena sequel dari Ghost Rider ini mulai dan semakin lebay, entahlah. Mungkin hanya perasaan saiia ajja. Sambil menunggu terselesaikannya tugas utama kami yakni The Flash season 3 yang sudah setengah perjalanan ini, mari kita sama-sama dengan cemilan yang aduhai duduk manis sambil belajar menggambar bersama PSHolic tercinta dengan hanya menggunakan tetikus sebagai alutsistanya.

Digital Painting - Ghost Rider by psholic

Tujuan diterbitkannya tulisan Panduan belajar Digital Painting untuk Pemula menggunakan Photoshop kali ini merupakan sebuah fiksi ilmiah tanpa batas yang mengeksplor step-by-step disertai penjelasan yang sekiranya cocok untuk semua, tidak hanya tua, muda, anak-anak, laki-laki ataupun perempuan, jika memang hewan-hewan dan tetumbuhan serta jin sekalipun berhasrat untuk turut serta, karena blog ini termasuk blog iluminati jika melihat kalimat pembuka di atas, maka jawabnya.. silahkan berdatanganlah semuanya.. kita deprok bareng sama-sama ngelantur soal Menggambar Digital ini.

Jangan lupa untuk memperhatikan gambar langkah demi langkah yang kami sertakan dalam spoiler yang akan kita pelajari bersama. Perhatikan teknik pewarnaan yang kami terapkan di sana, sebagai bocoran, teknik tersebut paling pas jika kita sebut Teknik Greyscale. Bedakan dengan teknik pewarnaan lainnya seperti pada postingan Digital Painting kami yang lain yang berjudul Belajar Digital Painting (Extended) yang mendatangkan nona Lucy atau Scarlett Johansson sebagai tamunya.

So.. nikmati hidangan kami ala kadarnya dengan pikiran terbuka dan senyuman hangat dari awal hingga akhir pelajaran.. God Speed!

Digital Painting - Ghost Rider 2  

Pelajaran Pertama - Mulailah Menggambar

Dengan menggunakan pendekatan yang menurut kami (baca; ngaku-ngaku dewek, bhahaha.. red.) lumayan populer dalam mengeksplor aspek fundamental dengan pendekatan yang lumayan menghindari segala macam metodologi yang ada, bahkan ditengarai sangatlah tidak metodis namun teteap bisa diakses secara bebas oleh Agan/Sis semua yang memang tergila-gila terhadap tampilan interface Photoshop itu sendiri (apa hubungannya coba, red.) maupun Seni Digital secara umum.

Pengantar yang cukup komprehensif-pun tengah gencar-gencarnya kami galakkan demi pengenalan yang lebih baik dan mendalam berkenaan dengan perangkat lunak yang mampu menerjemahkan ide-ide ganas kita ke permukaan. Ke dunia nyata. Dalam kehidupan kita sendiri.

Disadari atau tidak, Lukisan Digital tentunya berbeda secara signifikan dari lukisan asli yang menggunakan cat dan kuas pada kanvas. Sebagai kick-off, Lukisan Digital memberi kita semua gambaran luas tentang perbedaan tersebut, sebagai saran singkat untuk menyelami hal tersebut, ada baiknya Agan/Sis langsung saja mencobanya, menggambar langsung di Photoshop menggunakan Brush (B) yang berada pada menu melayang atau cukup dengan menekan tombol B pada kibor.

Imaji absurd hingga yang paling gemilang sekalipun, kerap kali kita ciptakan yang nota bene sangatlah imajinatif bahkan terkadang dramatis hingga ekstrim, kerap kali kita bungkam tanpa adanya penyaluran khusus. Ibarat orang cokil, terus ke-gep sama babehnye.. ckckck.. pas lagi merah en tegang-tegangnya, mendadak harus di pause dengan muka merah-padam-menghitam menahan malu hingga akhirnya menimbulkan berbagai macam penyakit seperti kelenjar prostat hingga gagal ginjal berkepanjangan tanpa ada solusinya.

Pelajaran Kedua - Brushes dan Erasers

Dengan dikemasnya berbagai macam tips and tricks, teknik, dan deskripsi lengkap tentang cara menggunakan bermacam tools yang bergentayangan di Photoshop, panduan-panduan yang kami tuliskan di blog ini kiranya bisa menjadi salah satu acuan, bacaan penting kawula muda dan seluruh makhluk di alam semesta ini terutama yang berminat tinggi terhadap Seni Digital, menggambar secara Digital, Digital Painting serta berbagai bentuk Digital Art lainnya.

Brush (B) dan Eraser (E) merupakan salah satu dari sekian banyak tool pada Photoshop yang akan paling banyak bersinggungan dengan kita sewaktu menggambar. Bolak-balik menggunakan kedua alat ini, bahkan jika sudah terbiasa, Eraser (E) pun akan menjadi tidak terlalu kita andalkan, jadi cukup dengan Brush (B)) saja. Untuk yang belum terbiasa 'menghapus' apa yang salah atau tidak kita inginkan menggunakan Brush (B) bisa tetap menggunakan Eraser (E). As simple as that.

Keyboard Shortcuts

Tekan F5 untuk membuka panel Brush.
Tekan B pada keyboard untuk memilih Brush Tool.
Tekan D untuk melukis dengan Warna Foreground dan Background Default (Hitam dan Putih)
atau untuk Mengurangi atau Meningkatkan Ukuran Brush (masing-masing).
Atau (Shift- [atau Shift-]) untuk Mengurangi atau Meningkatkan Ketebalan Brush.
Tekan dan Tahan Alt saat Brush Tool (B) dipilih untuk memunculkan Alat Pipet (digunakan untuk pencampuran).
Klik Kanan saat Brush Tool (B) terpilih untuk membuka mini panel Brush Presets dan Size/Hardness.

Untuk lebih jelasnya, silahkan baca terlebih dulu tulisan kami di Mengenal Brush Panel serta Digital Painting - Parabiosis agar kita lebih terang-benderang mengenai Brush (B) sekaligus Eraser (E) ini.

Pelajaran Ketiga - Pewarnaan

Kami selalu menyinggung, mengkritisi dan melabrak aspek fundamental yang kerap kali menjadi batas dan penghalang dalam berkreasi termasuk bagaimana merancang komposisi dinamis, mengembangkan perspektif perspektif yang akurat, dan menggunakan efek warna dan cahaya untuk meningkatkan mood sebuah lukisan, jika kita mengkhususkan pada lukisan, tentunya. Masya Alloh ini paragraf.. ckckckck..

Step-by-step Digital Painting - Ghost Rider 2

Dengan hanya menggunakan warna gelap #000000 yang bisa kita sama-sama lihat pada gambar 1 dan 2 (dari kiri ke kanan, red.), perlahan dengan tingkat Opacity yang selalu berubah (karena hanya menggunakan tetikus biasa, red/), hingga akhirnya kita dapati sketsa kotor si akang Ghost Rider. Jika sudah dirasa cukup, baru dengan menambah layer baru di atas layer kosong yang kita pergunakan untuk membuat sketsa tadi, dengan blend mode yang disesuaikan dengan keperluan (antara Overlay, Softlight atau satu lagi di bawahnya, lupa.. red.).

News Flash : Supaya kita semua bisa lebih fokus mengenai perwarnaan atau Coloring Technic, monggo dibaca terlebih dulu tulisan kami di Digital Painting - Lucy Li, karena kebetulan sudah panjang lebar tulisan tersebut juga membahas mengenai hal ini. Silahkan di monggo kawan.

Perhatikan saja.. bahwa seiring dengan sebuah warna yang kita pergunakan dalam sebuah gambar mendekati warna yang lain, akan selalu ada transisi campuran. Bahkan jika subjek kita tersebut dicat hanya dengan menggunakan satu warna, warnanya cenderung akan memiliki sisi yang lebih terang plus dengan yang lebih gelap. Masih ingat dengan Midtones, Highlights dan Shadow? Yupp.. lebih singkat kita kenal dengan istilah Shading. Digital atau tidak, melukis melibatkan banyak pencampuran warna demi penemuan nuansa yang tepat.

Pelajaran Keempat - Layer

Mungkin untuk hal satu ini, PSHolic nantinya akan menerbitkan tulisan yang khusus dan tersendiri agar kita semua bisa lebih fokus soal ini, namun untuk saat ini, semoga hanya dengan penjelasan singkat seperti ini mampu mengawali perkenalan kita terhadap Layer dan kegunaannya.

Agar lebih mudah, bayangkan beberapa lapisan terbuat dari plastik bertumpuk dengan masing-masing gambar berbeda (terputus-putus) di tiap lembarnya, yang membentuk sebuah kesatuan gambar yang utuh. Utuh dan menyeluruh jika kita lihat gambar tersebut dari atas karena plastik tersebut tembus pandang hingga lapisan atau tumpukan terbawah sekalipun.

Note; Layer merupakan salah satu fitur yang paling dramatis dan menakjubkan yang memisahkan dan membedakan antara sebuah karya atau lukisan tradisional dengan karya atau lukisan digital.

Akan bertele-tele dan menjemukan jika ini mesti dijelaskan dengan kata-kata walaupun terperinci. Jika jeneungan tidak bersentuhan langsung dengan apa yang dimaksud, tentunya akan terasa makin ngawang dan akhirnya membosankan. Singkat kata.. Dengan mengetahui bagaimana menggunakan lapisan demi lapisan layer pada Photoshop, bisa memberikan keuntungan besar bagi kita jika dibandingkan hanya dengan 1 layer (pada lukisan tradisional atau lukisan beneran, red.).

Layer memberi kita kebebasan sebagai Pelukis Digital dan tentunya mendatangkan kemudahan memproses (jika terjadi banyak kesalahan, red.) sebuah karya dari hasil imajinasi kita. Sekali lagi.. jika nanti pada akhirnya kita sudah terbiasa dan sangat mengenal Photoshop kita, terutama Layering Technic. maka tidak perlu menggunakan banyak layerpun (bermodalkan 1 buah layer saja, red.) kita tetap akan bisa menghadirkan sebuah karya nan jelita.

Pelajaran Kelima - Finishing

For the final less, waktunya melakukan koreksi (jika diperlukan, red.) dengan memberikan tambahan ini dan itu pada berbagai aspek gambar kita. Jika kita membuat portrait seseorang dan menggunakan Brush (B) standar pada lukisan standar pula, maka tahap ini adalah tahap yang tepat untuk memperbaiki bagian-bagian yang menurut kita kurang tepat atau tidak sesuai harapan.

Perbaikan pada bagian background dengan penambahan berbagai macam tekstur jika diperlukan pun akan menghasilkan nuansa baru pada gambar kita. Bercak-bercak atau berbagai tekstur semprot juga lighting atau pencahayaan yang realistis juga teramat penting untuk mendapat perhatian di tahap ini. Terserah jika kita menginginkan hasil yang lembut ataupun kasar, tidak masalah. Tiap karya akan banyak membuat perbedaan pada cara pandang kita.

Well.. Jangan terlalu dipaksakan Gan/Sis, kalau memang kepala sudah mulai kleyengan, lebih baik hisap dalam-dalam terlebih dulu sebelum kita melanjutkan pekerjaan mengasyikkan kita. Minum juga kopi plus es atau yang panas dadakan masak aer agar tidak terlalu penat, belum lagi otot-otot yang mulai sulit diajak kompromi.. hehehee..

Sambil menunggu waktu yang asik, pas dan tepat untuk me-release postingan PSHolic Digital Painting - Edisi Ramadhan 2017 yang menurut kami sangatlah WOW itu, sssaaahhhhh.. coba mainkan gambar-gambar hasil editan kakanda/adinda prabu selama ini menggunakan picviewer yang biasa digunakan di PC masing-masing, teliti lagi dimana kekurangan-kekurangannya, dimana mesti memberi perhatian lebih pada the do's and the dont's nya dan seterusnya dan seterusnya.

Semoga tulisan ini bisa berfungsi sebagai pengingat baik untuk saiia pribadi atau untuk kita semua sebagai makhluk Tuhan pada umumnya. Hadirin sekalian tentunya juga dapat menerapkan keterampilan terpendamnya tersebut dan memasukkannya ke dalam Proyek Bersama atau yang lebih populer di sini, kami sebut dengan Bloggoholic (termasuk di dalamnya Galeri, red.). Wadah menyenangkan dan merangsang yang disajikan langsung oleh psholic yang sayangnya hingga tulisan ini turun cetak, hanya beberapa saja dari kita yang menyadari ini semua.

Voila! Sebagai penutup, semoga legacy ini bisa bermanfaat untuk semua. Amin.

Tags: , , , , , , ,

Written by

Hanya menjalani lakon yang diberikan Sang Penguasa Semesta. Semoga apa yang ditulis di sini bisa sedikitnya memberikan manfaat tuk kita semua.

A single dot with a single line that inspires feelings, love and cares, emotions, and statements. Kudos!

2 comments:

  1. Omg mas, banyak bangget materinya. Sengaja dilaptop nggak ada Photoshop2an heheh gimana mau ngarti sayah nya heheheh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hohoho.. klu gitu, kita jadi penikmat ajja ea.. sama asoy nya kok (Y) suwun amfirannya ea (Y)

      Delete

Kamu tetap produktif dan kreatif bahkan dalam keadaan stress sekalipun?

 

Photoshop Icon

Holic Posts

Follow by Email

Why to Choose PSHolic?

PSholic terbagi menjadi 3 bagian penting yang harus bisa dieksplor secara keseluruhan dan bukan bagian perbagian. Photoshop Pemula... Photoshop Menengah... Photoshop Mahir... Enjoy!
Copyright © Belajar Photoshop | Designed by Templateism.com