Monday, July 3, 2017

Belajar Photo Retouching

Share & Comment
Belajar dan mengembangkan Keahlian Retouching

Belakangan ini kami sempat kepikiran kenapa banyak ditemui (atau hanya saiia ajja, red.) hasil jepretan foto di Indonesia yang kurang memuaskan, resolusi yang kurang bagus, pecah-pecah, nge-blur dan sebagainya. Kefrustasian ini juga semakin bertambah dengan banyaknya misleading yang dengan mudah kita temui mengenai bagaimana memperbaiki semua itu.

Mohon maaf, kami pribadi bukanlah tukang jeprat/et sana sini, selfa-selfie di atas gunung, di pinggir jurang dan lalu mengunggah hasil jepretan tersebut di sosmed bertema kuliner atau media standar lainnya, apalagi Photografer profesional, bukan. Kami juga bukanlah pihak yang mengatas-namakan bahwa kami adalah Retoucher sejati atau apalah sebutannya.

Kami hanya penikmat sejati yang resah dan gelisah, mengapa dengan meluasnya teknologi canggih yang kini dengan mudah kita temui dan bahkan siapa saja bisa memilikinya, namun tetap saja hal itu terjadi. Atau sekali lagi.. ini semua hanya perasaan kami saja. :p

Lalu terpikir juga bahwa belakangan ini banyak kita jumpai kisanak di seantero Indonesia ini yang mulai mempelajari Photoshop dan menjamah ranah Retouching (yang sebenarnya pernah kami posting di blog ini jauh pada awal-awal baru berdiri, red.).

Hasrat untuk mengeksplorasi kamera, mendapatkan warna dan suasana tertentu, efek tertentu pada sebuah hasil jepretan, lalu setelah mengutak/ik sana/i dan menjumpai efek-efek yang menarik pada Photoshop, lalu menggunakannya pada gambar atau foto apapun yang ingin di edit, hingga akhirnya kita menyadari bahwa keinginan awal kita justru tidak tersentuh, tidak terpikirkan sama sekali karena excitingnya kita pada Action atau Plugin tertentu yang kita punya pada Photoshop tadi dan mengilhami lahirnya tulisan Belajar Photo Retouching ini.

Puluhan jam tutorial di youtube pun dilahap tanpa ampun, banyak alutsista Action atau Plugin pelengkap Photoshop pun diunduh tanpa tedeng aling-aling, semua dicoba pada satu foto, bla bla bla dan lalu kita merasa kita sudah berkembang, sudah hebat.. namun pada kenyataannya hanya berakhir pada sebuah kekacauan pada editan tersebut. Ckckck.. Kami pun sering mengalami hal klise seperti ini, gag usah gusar, kawan.

Dengan banyak mengalami hal seperti yang kami sebut di atas, dapat membantu -baik disadari atau tidak- berkembangnya diri kita secara lebih utuh. Kita jadi lebih mengenal alat tempur kita, kita jadi lebih mengerti prioritas untuk meraih hal yang ingin kita capai tanpa perlu mlototin selama 7 jam full DVD yang berisi Tutorial terkait. Minimal kita jadi lebih mengerti pressure seorang Tukang Jepret dan Rectoucher yang menyetorkan hasil kerja mereka untuk mengejar deadline majalah tempat kerja mereka, atau cara kerja industri periklanan, misalnya.

Semoga dengan dibukanya kembali kasus Retouching ini kepermukaan, bisa bermanfaat untuk kita semua, terutama bagi para salik di bidang bersangkutan. Mohon maaf jika postingan ini masih bersifat pembukaan dari inti permasalahan dan baru menyentuh aspek kulitnya saja, insya Alloh pada pertemuan-pertemuan berikutnya, kita akan lebih mendalam lagi secara pembahasan, baik mental maupun teknis dan segala hal yang kita butuhkan untuk mencapai kemampuan ini. Sekali lagi kami mohon maaf jika terjadi banyak kesalahan, dan terimakasih atas kunjungannya. Wassalaam.
Tags: , , , , , , , , , ,

Written by

Hanya menjalani lakon yang diberikan Sang Penguasa Semesta. Semoga apa yang ditulis di sini bisa sedikitnya memberikan manfaat tuk kita semua.

A single dot with a single line that inspires feelings, love and cares, emotions, and statements. Kudos!

0 comments:

Post a Comment

Kamu tetap produktif dan kreatif bahkan dalam keadaan stress sekalipun?

 

Photoshop Icon

Holic Posts

Follow by Email

Why to Choose PSHolic?

PSholic terbagi menjadi 3 bagian penting yang harus bisa dieksplor secara keseluruhan dan bukan bagian perbagian. Photoshop Pemula... Photoshop Menengah... Photoshop Mahir... Enjoy!
Copyright © Belajar Photoshop | Designed by Templateism.com