Thursday, September 7, 2017

Soft Smudge Painting - The Kinclong

Share & Comment
Kembali lagi kita jumpa masih di acara dan gelombang yang sama namun hanya berbeda frekuensi sahaja, lahhh.. gimana itu bisa terjadi?! Maklumlah kawan, seperti beberapa penuturan kami sebelumnya, kami memang selalu terkendala pada bagian pembuka seperti ini, kadang garing, kadang memuakkan, kadang bikin males baca dan sebagainya, namun tetaplah.. apa mau dikata, kereta sudah meninggalkan stasiun.

Tutorial Soft Smudge Painting - The Kinclong

Apa lagi ini?! Welehhh.. istilah miring yang luarbiasa ini sepertinya. Atau ini sejenis penganan yang mempu menghalau kita dari perut bernyanyi keroncongan? Au ah.. terserah sampeyan wae kumaha sae na.. sing fenting.. sing ngunu kui, mblegedhes!

Well.. Agan/Sis bisa perhatikan gambar di bawah sebagai referensi agar kita tidak semakin jauh tersesat dalam kegamangan istilah demi istilah yang selalu pop-up serantak maupun satu-persatu bermunculan entah dari mana, yang jelas, itupun merupakan kata pilihan yang sekiranya bisa mewakili apa yang nantinya akan kita bahas.


Pada gambar Lucy Li (baca; bintang tenar nan gemilang dan setia di PSHolic, red.) terutama pada bagian wajah tertentu, kita bisa lihat perbedaan antara Midtones, Highlight serta Shadownya, bukan? Itulah yang dimaksud dengan Dimensi dalam seni Painting atau Digital Art, terutama Soft Smudge Painting yang masih dalam bulan yang sama, semakin mengharu-biru kancah per-Photoshop-an kita bersama ini.

Wow bukan?! Yupp memang wowww.. Bukan foto/gambarnya, tapi Wooww yang kami maksud adalah, Lucy Li itu wow sekali, :p namun sayangnya beliau kini sudah mengalami banyak perubahan. Silahkan di google untuk mengenal tamu tetap kita ini plus dengan pendampingnya yang tak kalah wow nya. Lucy Li di duetkan bersama Dani Daniels.. entah akan seperti apa. Dani Daniels dengan Holly Michaels memang sudah ada, namun yang kami nanti-nantikan adalah ke dua tamu kita ini dalam satu frame. Ckckck..

Perhatikan perbedaan antara gambar di atas (Lucy Li) dengan gambar di bawah (Dani Daniels). Perhatikan pada bagian Lightingnya, kawan. Dari dimensi inilah kita nantinya akan menentukan perlut tidaknya kita menambahkan Kinclong, bagian yang paling terang dari area yang terang (terkena paling banyak cahaya, red.). Namun demikian, dua gambar ini sudah bisa merepresentasikan apa yang kita sebut Kinclong dan perlu tidaknya penambahan itu dalam dunia Photo Editing menggunakan teknik Extreme Photo Retouch berbasis Soft Smudge Painting.


Ribedkah paragraf barusan yang kisanak baca? Semoga seribed apapun kalimatnya, tidaklah menghalangi konsistensi dan gairah menggelegar kita dalam menggali lebih jauh pelajaran ringan kali ini setelah beberapa waktu lalu kita mengupas tuntas The Secret of Soft Smudge Painting yang lumayan menguras peluh di baju lépék kusam tak terawat kami.

Kinclong Versi 1

Ya sudah tak mengapa, istilah Kinclong kita pergunakan agar bisa dimengerti oleh semua. Sebenarnya, Kinclong bisa kita peroleh dengan berbagai macam cara, yang penting dimensi yang kita inginkan atau dimensi seharusnya (lihat foto originalnya sebagai referensi, red.) sudah kita dapati atau tidak hilang karena lupa diri tergosok oleh Smudge (R) yang gagah berani merambah ke segala lini.

Setelah kita selesai dan semua area yang mesti kita gosok telah tercapai dengan hasil halus dan merata tanpa ada blang-bentong yang sekiranya akan mencederai artis cantik atau foto lo-res orderan tengkyu kita, Agan/Sis bisa minta bantuan Dodge and Burn pada skala 3-5% (sesuai kebutuhan) untuk pengimplementasiannya. Caranya, usapkan Dodge tool secara perlahan pada area terang.

Tips : Konsep yang perlu dipahami terlebih dulu adalah, semakin terang area tertentu (hingga akhirnya mendapat Kinclongan, red.), artinya area tersebut adalah area terdekat dengan sumber cahaya. Artinya semakin gelap area tertentu, maka di situlah area terjauh dari sumber cahaya. Entah kalimat tepatnya bagaimana, sing fenting ngunu kui.

So.. jika kita tidak memahami pencahayaan dasar tersebut, maka akan terasa agak sedikit mengganjal bagi kisanak semua untuk mempertahankan Dimensi apalagi menambahkan Kinclong pada korban tak bersalah kita menurut keputusan Hakim Agung. Perbanyak memperhatikan benda-benda nyata di kehidupan kita sehari-hari seperti knalpot motor yang sedang mogok dan berhenti di depan kita, perhatikan bagian terang dan gelapnya.

Kinclong Versi 2

Karena Photoshop memungkin segala sesuatu dan mempermudah yang rumit, maka jika kita kurang fandai dalam menggunakan Dodge serta Burn tool, jangan berkecil-hati lalu putus-asa dan mengikatkan leher dengan benang pancingan, lalu menggantung anak orang di depan pintu rumah orang tuanya, jangan kawan!

Mari kita permudah hidup kita ini dengan menggunakan Brush (B) tool yang powerfull dan tepat guna untuk itu. Sediakan sebuah layer khusus untuk ini lalu untuk mempermudah pencarian, beri nama layer tersebut dengan nama apapun yang menurut kisanak semua pas, katakanlah namanya Kinclong (ea masa 'Kucing Meong', red.). Aktifkan Brush (B), pilih Brush standar bawaan Photoshop, kami lebih menyukai Hard Round karena gampang dan letaknya paling atas, jadi tidak perlu scroll sampai ke paling bawah jika kita sudah memiliki segudang type Brush yang bermacam-macam.

Perhatikan baik-baik gambar referensi yang kakang/dinda pergunakan. Sebagai Pemula, jangan ngarang membuat Kinclong di sembarang tempat. Samakan terlebih dulu dengan referensi, jika nanti sudah mahir dan sudah otomatis dengan sendirinya memahami Tata Cahaya, itu lain cerita, bahkan untuk membuat Source cahaya sendiri, ea monggo-monggo sahaja.

Dengan Brush (B) tool aktif dan Forground Color siap dengan warna Putih (#FFFFFF), Opacity 100% dengan ukuran Brush kira-kira 2% (disesuaikan dengan kebutuhan besarnya cahaya yang masuk, red.), beri Titik pada daerah yang kira-kira paling terang dari area yang terkena cahaya tersebut. Lihat gambar Lucy Li di atas? Kami memberikan titik tersebut pada area wajah, di antaranya pada pipi kiri, ujung hidung, di atas bibir, pada bibir bagian bawah, lalu pada area lengan, di pangkal lengan, dan seterusnya dan sebagainya.

Additional : Buat lagi sebuah layer kosong tepat di bawah layer Kinclong, beri nama, katakanlah Kiclong 2 atau apapun terserah dimas adipati saja. Masih dengan Brush dan warna yang sama, namun kali ini turunkan Opacity Brush Pressure nya menjadi kira-kira 3%. Sangat rendah. Lalu dengan ukuran yang disesuaikan, usapkan Brush tadi pada area yang sudah kita tandai dengan titik-titik pada Layer Kinclong sebelumnya. Usapkan berkali-kali hingga dirasa cukup. Jangan panik karena kisanak akan melihat hasil warna Putih yang blefetan pada wajah gadis kita. Jika ini di ranah Digipaint, maka ini sudah cukup, tidak perlu di apa-apain lagi, namun karena ini Soft Smudge, maka ada baiknya bleferan Putih tadi diratakan. Jika belum mahir meratakan dengan Brush juga, silahkan ratakan dengan menggunakan Smudge (R) tool, pilih Brush Deardroff untuk mengeksekusinya.

Pada gambar Lucy Li di atas, jelas terdapat perbedaan jika dibandingkan dengan gambar di bawahnya yakni gambar Dani Daniels. Kinclong pada Lucy Li kami buat jauh lebih mencolok dari Dani yang hanya Kinclong standar karena memang sudah memiliki Dimensi yang pas dan akan terasa berlebihan jika malah dibuat mengkilat mlisner penuh dengan Kinclong. Jadi tidak melulu kita akan membanjiri wajah cantik yang kita gosok tersebut dengan Kinclong yang memang tidak perlu. Untuk keputusan seperti ini, memilih atau tidak, silahkan kami serahkan sepenuhnya pada selera Agan/Sis masing-masing.

Tips and tricks : Kinclong akan lebih mempesona jika angle kamera dari arah bawah. Kamera depan atau atas, tidak akan terlalu memberi efek yang dramatis kecuali jika memang foto atau gambar olahan kita itu punya sisi dramatis yang mau tidak mau, baik kamera depan atau atas, akan tetap memberikan hasil yang enerjik jika memang kita beri Kinclong, persis seperti gambar Lucy Li di atas (kamera depan, red.).

Oleh karenanya, jika kita ingin belajar memperdalam masalah Kinclong ini, usahakan selain mencari foto yang Hi-ress, cari juga yang angle kameranya menarik dan menantang seperti arah tembakan dari bawah seperti yang kami sudah singgung tadi, tidak melulu terpaku pada kamera depan atau yang masih digemari anak sekarang, angle atas nyempong dikit a.k.a. foto selfie. Jika sudah terbiasa berlatih mengolah foto yang Hi-ress, tingkatkan tantangannya dengan mencoba mengolah foto yang Lo-ress. Rasakan perbedaannya, ketahui sela-sela dimana kita mesti begini, dimana kita mesti begitu, menerapkan ini dan itu dan sebagainya.

Bahhh.. sepertinya penjelasan di atas sudah lumayan meng-cover apa yang kami ingin sampaikan berkenaan dengan efek Kinclong pada Soft Smudge Painting. Setelah beberapa waktu lalu kita mengisi memori kita dengan Rahasia Soft Smudge Painting, lalu di tambah materi Kinclong, serta beberapa Tutorial berkenaan dengan Smudge Painting, cukup kiranya dan sudah sepantasnya jika panjeneungan semua mulai membuka dan mencoba Photoshopnya masing-masing. Dari kami cukup sekian. Semoga sepatah dua patah kata ini bisa sedikit mengispirasi walau semuanya sudah tidak lagi sesuai dengan text book, dan memberi manfaat tuk kita semua. Enjoy your work and Good Luck!

Tags: , , , , , , , , ,

Written by

Hanya menjalani lakon yang diberikan Sang Penguasa Semesta. Semoga apa yang ditulis di sini bisa sedikitnya memberikan manfaat tuk kita semua.

A single dot with a single line that inspires feelings, love and cares, emotions, and statements. Kudos!

0 comments:

Post a Comment

Kamu tetap produktif dan kreatif bahkan dalam keadaan stress sekalipun?

 

Photoshop Icon

Holic Posts

Follow by Email

Why to Choose PSHolic?

PSholic terbagi menjadi 3 bagian penting yang harus bisa dieksplor secara keseluruhan dan bukan bagian perbagian. Photoshop Pemula... Photoshop Menengah... Photoshop Mahir... Enjoy!
Copyright © Belajar Photoshop | Designed by Templateism.com